Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Gunungan Sampah TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai 15 Meter

M Saiful Rohman • Rabu, 17 September 2025 | 02:09 WIB
MENGGUNUNG: Kondisi pembuangan sampah di TPA Griyo Mulyo di Jabon, Sidoarjo.(IST/RADAR SIDOARJO)
MENGGUNUNG: Kondisi pembuangan sampah di TPA Griyo Mulyo di Jabon, Sidoarjo.(IST/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon, Sidoarjo, sudah setinggi 15 meter. Kondisi tersebut tidak hanya akibat volume sampah yang besar, tapi didominasi sampah bernilai rendah yang sulit diolah.

Kepala UPT TPA Griyo Mulyo, Hajid Arif Hidayat mengatakan, pada Agustus 2025 lalu rata-rata sampah yang masuk mencapai 570 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 40 persen berupa sampah anorganik tak bernilai seperti popok sekali pakai, stereofoam, hingga kemasan metalizing.

“Ini masalah besar karena sampah bernilai rendah sulit diolah, teknologinya ada tetapi belum terjangkau dan industri penyerapnya juga belum tersedia," ucapnya. 

Selain itu, sekitar 10 persen sampah masih bisa didaur ulang. Sampah jenis plastik dan logam biasanya dipilah lalu dijual untuk menambah pendapatan BLUD.

Namun jumlahnya tetap kecil dibandingkan sampah yang tidak bisa diolah. “Yang bisa direcovery maksimal hanya 10 persen, sisanya terus menumpuk setiap hari,” ujarnya. 

Hajid menegaskan, pihaknya hanya menerima sampah rumah tangga, fasilitas umum dan pasar. Sedangkan limbah dari industri tidak ditampung di TPA Griyo Mulyo. 

"Pelayanan kami memang dibatasi, hanya untuk jenis sampah rumah tangga, sampah industri tidak kami terima," jelasnya. 

Data TPA Griyo Mulyo mencatat, setiap warga Sidoarjo menghasilkan hampir setengah kilogram sampah per hari. Dengan jumlah penduduk padat, sampah yang masuk ke TPA bisa mencapai 500 hingga 700 ton setiap hari.

Beberapa upaya pengelolaan seperti Teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) sudah dicoba. Sayangnya implementasi belum maksimal karena belum ada offtaker yang bisa menyerap hasil olahan skala besar.

“Solusi RDF bagus, tapi butuh offtaker yang siap menyerap puluhan ton per hari, sekarang masih belum ada," katanya. 

Hajid berharap, produsen lebih bijak memilih bahan kemasan. Konsumen juga diimbau menggunakan produk yang mudah didaur ulang agar tidak menambah beban di TPA.

“Produsen sebaiknya buat kemasan sirkular, tidak sekali pakai, konsumen juga harus pilih produk ramah lingkungan," pungkasnya. (sai/gun)

Editor : Guntur Irianto
#gunungan #Berita Sidoarjo Hari Ini #Daur Ulang #Pemkab Sidoarjo #Jabon #warga #kondisi #Penanganan #Jabon Sidoarjo #Tempat Pembuangan Akhir (TPA) #terkini #anorganik #Menggunung #Sampah #Tumpukan