RADAR SIDOARJO – Identitas wanita muda yang tewas mengenaskan setelah diduga menabrakkan diri ke Kereta Api (KA) di perlintasan bawah Flyover (FO) Aloha, Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama SN, 21, warga Kecamatan Pakal, Surabaya. Identitasnya dipastikan setelah dilakukan proses identifikasi oleh Tim Inafis Polresta Sidoarjo.
Baca Juga: Wanita Muda Tewas Tersambar Kereta Api di Aloha Gedangan Sidoarjo, Diduga Menabrakkan Diri
Jasad korban ditemukan di rerumputan sebelah barat perlintasan, kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk visum.
Kanit Forensik RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Aipda Joko, membenarkan bahwa pihak keluarga telah datang dan memastikan identitas korban.
Baca Juga: Identitas Wanita Paro Baya Tewas Terserempet KA Jenggala di Tebel Gedangan Sidoarjo Terungkap
“Jenazah sudah diambil keluarga pada Senin (8/9) sekitar pukul 13.00. Keluarga menolak dilakukan otopsi dan membuat surat pernyataan penolakan. Pemeriksaan hanya sebatas pemeriksaan luar,” jelasnya, Selasa (9/9).
Dari hasil pemeriksaan luar, korban mengalami patah tulang di lengan kanan-kiri, kaki kanan-kiri, serta dada. Jenazah kemudian dibawa keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian putih bermotif bunga.
Baca Juga: Menyeberang, Wanita Paro Baya Tewas Terserempet KA Jenggala di Tebel Gedangan Sidoarjo
Kapolsek Gedangan Kompol Ari Priambodo menambahkan, korban tinggal bersama orang tuanya di Gedangan.
“Mengenai laki-laki misterius yang sempat terlihat duduk bersama korban di timur perlintasan, hingga kini identitasnya belum diketahui. Tidak ada saksi yang bisa memastikan keberadaannya setelah kejadian,” tegasnya.
Diketahui, korban tengah menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di Rungkut, Surabaya. Sebelum kejadian, korban keluar rumah sekitar pukul 21.00 tanpa berpamitan kepada sang ibu, L.
Pihak keluarga menyebut, korban memiliki riwayat sakit bipolar (depresi) dan sebelumnya sempat diduga mencoba mengakhiri hidup dengan mengonsumsi obat secara berlebihan.
Keluarga korban kini sangat terpukul setelah mengetahui Salsa ditemukan tak bernyawa dan harus dievakuasi ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Porong. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista