RADAR SIDOARJO - Desa Tropodo menjadi penyumbang kasus ISPA tertinggi di Kecamatan Krian dalam empat bulan terakhir. Catatan tersebut berdasarkan laporan Puskesmas Krian sepanjang April hingga Juli.
Jumlah kunjungan pasien ISPA dari Desa Tropodo mencapai 521 orang. Angka itu lebih tinggi dibanding Desa Krian dengan 463 pasien serta Sedengan Mijen dengan 445 pasien.
Kasus ISPA paling banyak dialami warga usia produktif 19-59 tahun. “Jumlahnya cenderung fluktuatif, tiap bulan tidak selalu Desa Tropodo yang paling tinggi,” ucap Kepala Puskesmas Krian, Titik Sri Harsasih, Jumat (5/9).
Dia menjelaskan, tingginya laporan ISPA tidak bisa langsung dikaitkan dengan polusi asap pabrik tahu yang ada di Tropodo. Karena, asap pabrik tahu bukan satu-satunya penyebab.
Butuh penelitian lebih lanjut untuk mengungkap dampak polusi asap pabrik tahu. Selama ini, pihaknya hanya fokus memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.
"Kita hanya melakukan pemeriksaan kepada pasien yang mengalami gejala-gejala itu seperti batuk dan pilek," jelasnya.
Menurutnya, ada banyak faktor lain yang juga bisa membuat warga rentan terkena ISPA. Mulai dari daya tahan tubuh, lingkungan tempat tinggal hingga pola hidup masyarakat.
Data empat bulan terakhir itu menggambarkan bahwa kasus ISPA masih cukup tinggi di wilayah Krian. Kondisi tersebut memerlukan perhatian lintas sektor dan tidak hanya dibebankan pada layanan kesehatan. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista