RADAR SIDOARJO - Gelombang aksi mahasiswa di Sidoarjo terus berlanjut. Setelah IMM dan HMI, giliran mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sidoarjo menggelar demonstrasi damai di halaman Mapolresta Sidoarjo, Rabu (3/9).
Aksi yang berlangsung tertib ini menyoroti kasus meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online asal Jakarta, serta menyerukan reformasi kebijakan negara di berbagai sektor.
“Peristiwa tragis ini bukti rapuhnya perlindungan negara terhadap rakyat kecil. Kami mengecam tindakan represif aparat yang memakan korban jiwa. Pemerintah dan kepolisian harus segera mengevaluasi prosedur pengamanan aksi demonstrasi,” tegas Ketua PMII Sidoarjo, Putri Maulidina.
PMII menyampaikan tujuh tuntutan, antara lain pengusutan tuntas kasus Affan Kurniawan, reformasi internal Polri, pengesahan RUU Perampasan Aset, reformasi sistem perpajakan, hingga peningkatan kesejahteraan guru.
Aksi dimulai dengan orasi, pembentangan kain putih berisi tuntutan, dan ditutup dengan istighosah bersama. Mahasiswa juga mengajak pejabat yang hadir ikut merasakan teriknya panas matahari siang.
“Ayo sama-sama di bawah terik, jangan berteduh di lobi kantor. Rasakan apa yang kami rasakan,” seru mereka.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing yang hadir langsung menerima aspirasi mahasiswa menegaskan komitmen kepolisian dalam penanganan kasus ini.
“Polri di tingkat pusat sudah berkomitmen menangani kasus ini secara adil, transparan, dan tepat. Kami di Sidoarjo siap menjaga kondusivitas dan memberikan ruang bagi mahasiswa menyampaikan aspirasi,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi isu dari luar daerah yang berpotensi memicu ketegangan.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi mengapresiasi aksi damai mahasiswa PMII.
“Saya bangga aksi ini berjalan tertib. Sidoarjo harus tetap aman dan jangan sampai ditunggangi pihak tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Usai berdialog, mahasiswa bersama jajaran Forkopimda duduk melingkar di halaman Polresta Sidoarjo. Di bawah terik matahari, mereka menggelar istighotsah doa bersama untuk keselamatan Sidoarjo dan Indonesia. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista