RADAR SIDOARJO - Mulai hari ini, Senin (1/9), sekolah di Sidoarjo tidak menggelar tatap muka. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo menetapkan pembelajaran dilakukan secara daring hingga Kamis (4/9).
Kebijakan itu diumumkan lewat surat edaran yang dirilis Minggu (31/8). Hal tersebut untuk mengantisipasi agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, sekaligus menjaga keamanan para siswa dan guru.
Kepala Dispendikbud Sidoarjo, Tirto Adi mengatakan, seluruh sekolah harus menyesuaikan dengan kebijakan.
“Langkah ini untuk menjamin keberlangsungan pendidikan sekaligus melindungi peserta didik dan tenaga kependidikan ditengah suasana yang kurang kondusif,” ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Senin (1/9).
Pihaknya juga mengimbau sekolah untuk terus menjaga kemanan lingkungan masing-masing. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan diminta tidak terprovokasi isu atau ajakan yang bisa menimbulkan kericuhan.
Selain itu, kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa dilarang untuk sementara. Ekstrakurikuler tatap muka juga ditunda selama pembelajaran daring berlangsung.
Orang tua pun diminta ikut berperan mengawasi anak-anak selama belajar dari rumah.
“Kami butuh dukungan orang tua agar putra-putrinya benar-benar mengikuti pembelajaran daring,” jelasnya.
Adapun Jumat (5/9) bertepatan dengan libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Sabtu (6/9), sekolah yang menerapkan enam hari belajar tetap melaksanakan pembelajaran daring.
Tirto juga mengingatkan, agar sekolah meningkatkan keamanan internal. Bagi yang memiliki CCTV atau alat pantau elektronik, diminta mengoptimalkan penggunaannya.
“Semua langkah ini bersifat preventif, agar dunia pendidikan tetap berjalan, tapi anak-anak dan guru tetap aman,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista