RADAR SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Subandi, akhirnya angkat bicara terkait kasus 11 SDN yang mengalami kelebihan siswa saat Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Ia meminta persoalan tersebut dijadikan bahan evaluasi agar tidak terulang di tahun berikutnya.
“Terus akan kita pantau prosesnya, dan kita petakan agar tidak terjadi lagi. Ini koreksi bagi kita semua, termasuk orang tua,” ujarnya.
Subandi juga mengingatkan para orang tua agar tidak memaksakan kehendak dalam memilih sekolah untuk anak. Menurutnya, sikap tersebut justru menimbulkan persoalan baru.
“Anak itu kalau tidak sekolah di lingkungan pilihannya terkadang tidak mau. Kalau sudah begitu, tinggal mengikuti arah kebijakan yang ada,” katanya.
Untuk mencegah kasus serupa, pihaknya berencana melakukan sosialisasi lebih masif. Dengan begitu, tidak ada lagi pihak yang saling menyalahkan.
“Biar tidak menyalahkan kepala sekolah maupun dinas pendidikan, karena orang tua sendiri juga terkadang merepotkan,” terangnya.
Subandi berharap kasus kelebihan siswa ini bisa menjadi tolok ukur perbaikan sistem SPMB di Sidoarjo. Ia menegaskan agar pelaksanaan SPMB tahun depan berjalan lebih baik.
“Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista