RADAR SIDOARJO - Pemerintah Pusat mulai membenahi Jalan Lingkar Timur yang kondisinya banyak dikeluhkan pengguna jalan. Tahun ini, sebagian ruas akan diperkuat dengan konstruksi beton.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Dwi Eko Saptono mengatakan, Jalan Lingkar Timur merupakan jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 10,2 kilometer. Ruang jalan rata-rata 20 meter.
"Yang digunakan full 20 meter, namun sebagian besar baru dimanfaatkan sekitar tujuh meter," ucapnya kepada Radar Sidoarjo.
Ruas jalan tersebut menghubungkan jalan nasional dari arah Candi hingga Buduran. Kendaraan dari Surabaya menuju Malang maupun sebaliknya juga melewati jalan tersebut.
Permasalahannya, Jalan Lingkar Timur kerap dilintasi kendaraan besar dengan beban hingga 60 ton. "Padahal, kemampuan jalan milik kabupaten itu hanya dirancang untuk gandar 10 ton," jelasnya.
Akibatnya, jalan tersebut kerap mengalami kerusakan parah. Meski sudah berkali-kali dilakukan perbaikan maupun tambal sulam.
Karena hal itu, pihaknya melaporkan kondisi ini ke Balai Besar Jalan Nasional Kementerian PUPR.
"Idealnya, Lingkar Timur menggunakan konstruksi beton, bukan aspal, tentu alasanya karena beban kendaraan yang cukup berat, apalagi tanah di kawasan tersebut juga kurang stabil," terangnya.
Pada 2025 ini, pemerintah pusat sudah mengalokasikan betonisasi sepanjang 1,6 kilometer. Tepatnya di segmen empat, mulai Buduran hingga Prasung.
Pemenang tender sudah ada. Dengan begitu, sebagian ruas Lingkar Timur segera diperbaiki dengan konstruksi beton.
Pekerjaan akan berlanjut ke segmen tiga, dua, dan satu pada tahap berikutnya. Semoga pelaksanaannya bisa dimulai akhir Agustus dan rampung akhir tahun 2025,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista