RADAR SIDOARJO - Komitmen Radar Surabaya untuk terus menjalin hubungan baik dengan stakeholder terus ditunjukkan melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis. Salah satunya, melalui kunjungan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang, Senin (14/7).
Kehadiran rombongan Radar Surabaya yang dipimpin langsung oleh Direktur Radar Surabaya, Lilik Widyantoro, disambut hangat oleh Direktur Marketing dan Keuangan Holding Aumkes PCM Sepanjang, Widi Astuti, SE.MMR.
Dalam kesempatan tersebut, Lilik memaparkan bahwa Radar Surabaya saat ini telah berkembang menjadi media multiplatform. Selain koran cetak yang terbit di Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik, Radar Surabaya juga memiliki empat media online, kanal podcast, serta jaringan media sosial yang aktif.
Lilik menegaskan, pihaknya terbuka untuk menjalin kerja sama dalam bidang publikasi dan penyebaran informasi. Ia juga menekankan bahwa konten Radar Surabaya dikerjakan langsung oleh wartawan profesional dan melalui proses penyuntingan yang ketat.
“Kami yakin, Radar Surabaya dan RS Siti Khodijah bisa saling mendukung dan memperkuat kerja sama,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh Direktur Marketing dan Keuangan Holding Aumkes PCM Sepanjang, Widi Astuti, SE.MMR. Ia menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap kolaborasi bersama Radar Surabaya. Bahkan, tidak hanya RS Siti Khodijah Sepanjang, tetapi juga dua rumah sakit lain yang dikelola pihaknya.
“Kami memiliki tiga rumah sakit yang bisa dijadikan mitra kerja sama, yakni RS Siti Khodijah di Sepanjang, RSU Assakinah Medika di Sukodono, dan RSU dr. Moedjito Dwidjosiswojo di Jombang,” jelasnya.
Dia menjelaskan, RSU dr. Moedjito sendiri menjadi amal usaha pertama yang berdiri di luar Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dianggap sebagai capaian membanggakan karena dikelola oleh PCM Muhammadiyah Sepanjang.
“Biasanya, amal usaha Muhammadiyah hanya berada di wilayah masing-masing. Tapi kali ini, kami bisa memperluas jangkauan hingga ke Jombang,” ungkapnya.
Selain layanan medis, Widi juga menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam pengelolaan rumah sakit. Pihaknya tidak jarang membantu pasien tidak mampu, bahkan tanpa penjamin biaya.
“Yang terpenting, pasien tertangani dulu. Urusan biaya bisa dicari belakangan. Insyaallah selalu ada jalan,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista