RADAR SIDOARJO - Masyarakat Jawa Timur diminta waspada terhadap cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. BMKG Juanda memprediksi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi melanda sejumlah wilayah.
Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan, ada 16 kabupaten yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan. Termasuk wilayah Gerbangkertosusila seperti Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya.
“Kami mengimbau masyarakat tetap siaga terhadap risiko bencana seperti banjir, puting beliung, hingga hujan es,” ucapnya, Rabu (9/7).
Pihaknya meminta agar masyarakat tidak menyepelekan bencana hidrometeorologi. Meski sudah memasuki musim kemarau, kondisi cuaca di Jawa Timur beberapa hari terakhir cenderung tidak stabil.
Taufiq menjelaskan, cuaca secara umum cerah berawan, tapi potensi hujan lokal bisa berkembang menjadi hujan lebat. “Itu bisa terjadi terutama akibat gangguan atmosfer dan suhu laut yang hangat,” jelasnya.
BMKG mencatat adanya gelombang atmosfer Kelvin dan Low Frequency yang melintasi Perairan Utara Jatim awal Juli ini. Gangguan itu memicu pertumbuhan awan penghujan sejak Minggu (6/7) lalu.
“Aktivitas tersebut terdeteksi dari nilai OLR yang rendah,” katanya.
Nilai itu menandakan banyaknya tutupan awan yang bisa memicu hujan intensitas tinggi. Suhu muka laut di sekitar perairan Jatim, khususnya Selat Madura, juga terpantau hangat antara 26–30 derajat Celsius.
Anomali suhu laut ini turut meningkatkan penguapan dan kelembapan udara. “Kondisi tersebut memperkuat potensi terbentuknya awan hujan di wilayah daratan,” terangnya.
Peningkatan kelembapan memperbesar kemungkinan turunnya hujan lebat dalam waktu singkat. Arah angin dominan dari Timur Tenggara juga mendukung suplai uap air dari laut ke daratan.
Taufiq menyebut, pola angin yang stabil memudahkan pembentukan awan hujan. Kondisi itu membuat potensi hujan lebih besar.
Dia mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini. "Citra radar WOFI bisa diakses secara daring untuk mengetahui kondisi awan di wilayah sekitar," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista