RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi melakukan soft launching 346 Koperasi Merah Putih di Pendapa Delta Wibawa, Selasa (8/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2025.
Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan, pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan implementasi arahan Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Jawa Timur untuk mempercepat pembangunan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami bangga bisa menjalankan visi-misi Presiden. Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan, koperasi Merah Putih bukan hanya simbol, melainkan harus menjadi wadah ekonomi yang berakar pada kearifan lokal dan inklusif.
“Sebagai pimpinan daerah, saya mendorong agar koperasi ini menjadi instrumen pembangunan rakyat. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) harus bersinergi,” imbuhnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo, Edi Kurniadi, menjelaskan bahwa pembentukan koperasi diawali dengan musyawarah desa khusus. Dari total 346 koperasi, 318 berada di wilayah desa dan 28 di kelurahan.
“Jumlah ini menjadikan Sidoarjo sebagai salah satu daerah dengan koperasi Merah Putih terbanyak di Jawa Timur. Kita masuk enam besar,” ujarnya.
Menurut Edi, proses administrasi pembentukan koperasi berjalan cepat dan efisien. Mulai dari musyawarah desa hingga terbitnya Surat Akta Badan Hukum (SABH) selesai dalam kurun waktu dua pekan.
“Tanggal 15 Mei lalu baru terbentuk dua koperasi. Tapi pada 31 Mei, seluruhnya sudah rampung dan SABH telah diterbitkan,” jelasnya.
Edi menilai capaian ini adalah hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, kelurahan, hingga lembaga vertikal.
“Ini adalah kerja kolaboratif. Semua pihak bergerak bersama demi menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista