RADAR SIDOARJO - Meskipun secara resmi telah memasuki musim kemarau, hujan ringan masih kerap mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo.
Fenomena ini dikenal dengan istilah kemarau basah, yakni kondisi ketika hujan tetap turun meskipun telah masuk periode kemarau.
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini membuat musim hujan terasa lebih panjang dari biasanya, sehingga membingungkan sebagian masyarakat karena sulit memprediksi perubahan cuaca dalam waktu singkat.
Prakirawan BMKG Juanda, Restina, menjelaskan bahwa intensitas curah hujan memang mulai menurun. Namun, potensi hujan ringan masih diperkirakan terjadi di wilayah Sidoarjo dan Surabaya dalam beberapa hari ke depan.
“Sebagian besar wilayah Jawa Timur secara umum memang sudah memasuki musim kemarau. Namun karena adanya gangguan atmosfer, hujan masih mungkin terjadi di beberapa titik,” ujarnya, Jumat (30/5).
Gangguan atmosfer yang dimaksud antara lain disebabkan oleh pola angin dan suhu muka laut yang masih mendukung terbentuknya awan hujan. Akibatnya, beberapa wilayah yang seharusnya mulai mengalami kondisi kering justru masih diguyur hujan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan genangan. Meski intensitas hujan ringan, jika terjadi terus-menerus tetap bisa berdampak, terutama terhadap aktivitas pertanian dan lalu lintas.
“Kami terus melakukan pemantauan cuaca harian secara real-time,” pungkas Restina. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista