RADAR SIDOARJO - Suasana haru menyelimuti bibir tanggul lumpur Sidoarjo. Sejumlah warga eks Desa Jatirejo menggelar doa bersama dan tabur bunga untuk mengenang kampung halaman yang sudah hilang.
Salah satu warga, Sastro tampak khusyuk mengikuti prosesi. Sekaligus mengenang masa-masa saat kampungnya masih utuh dan ramai oleh aktivitas warga.
"Setiap tahun kami selalu memperingati di sini, di atas tanggul lumpur," ucapnya saat ditemui Radar Sidoarjo, Kamis (29/5).
Dia menjelaskan, Desa Jatirejo merupakan kawasan padat permukiman. Namun kini semua itu sudah terkubur lumpur panas sejak semburan terjadi pada 2006 silam.
Sastro kini tinggal di Pasuruan setelah desanya lenyap diterjang lumpur. Dia juga harus memulai hidup dari nol dan bekerja sebagai tukang ojek wisata lumpur Sidoarjo.
"Kalau dulu wisatawan banyak yang datang, naik tanggul, foto-foto, sekarang sepi, kebanyakan cuma tanya-tanya dan tidak masuk ke area lumpur," jelasnya.
Kondisi tersebut membuat penghasilannya menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya. Karenanya, ia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali potensi wisata di kawasan lumpur.
"Saya ingin Disporapar Sidoarjo bisa meningkatkan ekosistsm wisatawan ke sini," katanya.
"Saya berharap tragedi ini tak bisa dilupakan begitu saja, karena di balik genangan lumpur tersimpan banyak cerita kehilangan dan perjuangan hidup yang terus berlangsung hingga kini," pungkasnya. (sai/gun)
Editor : Guntur Irianto