RADAR SIDOARJO - Polsek Krian terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas industri tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian. Langkah ini dilakukan menyusul sorotan nasional terkait penggunaan limbah plastik sebagai bahan bakar produksi tahu.
Patroli dilakukan secara intensif setiap hari, baik pagi maupun malam. Selain itu, jajaran Polsek Krian juga aktif melakukan sosialisasi kepada para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tahu mengenai bahaya penggunaan limbah plastik, terutama yang tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3).
Kapolsek Krian, Kompol I Gede Putu Atma Giri, menegaskan bahwa patroli tersebut dipimpin langsung olehnya dan merupakan bagian dari sinergi dengan tiga pilar Kecamatan Krian untuk mendukung program lingkungan dari pemerintah.
Baca Juga: Masih Bandel, Pengusaha Tahu Tropodo Krian Sidoarjo dan Pemasok Sampah Plastik Diamankan
"Patroli kami lakukan setiap hari, pagi dan malam. Kami akan terus mengawal program pemerintah demi menciptakan lingkungan yang sehat dan aman," ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Jumat (23/5).
Selain patroli, pihaknya juga memberikan edukasi dan imbauan kepada para pelaku IKM tahu agar segera beralih dari penggunaan limbah plastik ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Kementerian Lingkungan Hidup Tinjau Dugaan Pencemaran di Desa Tropodo Krian Sidoarjo
“Bhabinkamtibmas bersama Babinsa terus berkoordinasi dengan masyarakat, memberikan sosialisasi tentang bahaya limbah B3,” tambahnya.
Dari total 51 pelaku IKM tahu di Desa Tropodo, sebagian besar diketahui sudah mulai beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Namun, menurut Kompol Atma Giri, masih ada empat IKM yang mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar alternatif seperti kayu, meskipun mereka sudah mengurangi penggunaan limbah plastik.
Baca Juga: Lingkungan Tropodo Krian Sidoarjo Tercemar, Aktivis Lingkungan Desak Pemkab Ambil Tindakan Tegas
Sebagai bagian dari upaya penegakan hukum, Satreskrim Polresta Sidoarjo sempat mengamankan dua pengusaha tahu berinisial AM dan PW, serta satu pemasok limbah plastik berinisial SH.
"Benar, dua pengusaha tahu dan satu pemasok limbah plastik sudah ditindak dan saat ini ditangani oleh Polresta Sidoarjo," jelas Kompol Atma Giri.
Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi konkret terkait penyediaan bahan bakar alternatif yang aman dan terjangkau bagi para pelaku IKM tahu di wilayah tersebut. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista