Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional Sasar Desa Kedinding Tarik Sidoarjo, Dukung Percepatan Penurunan Stunting

M Saiful Rohman • Senin, 19 Mei 2025 | 01:03 WIB
BERMANFAAT: Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati saat menghadiri sosialisasi program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional di Desa Kedinding, Tarik, Sidoarjo. 
BERMANFAAT: Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati saat menghadiri sosialisasi program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional di Desa Kedinding, Tarik, Sidoarjo. 

RADAR SIDOARJO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) resmi disosialisasikan di Desa Kedinding, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pelibatan petani, peternak, dan pelaku UMKM.

Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Rumah Umi Ririn, Dusun Bangmalang, dan diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang antusias mengikuti pemaparan mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, terutama untuk anak-anak.

Acara sosialisasi MBG ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati, Analis Kebijakan Ahli Madya PPM Prokerma BGN Ari Yulianto, serta Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Prabata Ferdiansyah.

Indah Kurniawati menegaskan bahwa Indonesia, khususnya Provinsi Jawa Timur, masih menghadapi tantangan serius dalam hal stunting, kurang gizi, dan anemia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan angka prevalensi yang masih tinggi, terutama pada anak usia dini.

"Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen menurunkan angka stunting melalui berbagai program strategis, salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk mempercepat penanganan masalah gizi ini," jelas Indah.

Program MBG menyasar siswa-siswi di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMK, hingga lembaga pendidikan nonformal. Indah menekankan bahwa program ini bukan hanya sekadar menyediakan makanan gratis, tetapi merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul Indonesia di masa depan.

Ari Yulianto, perwakilan dari BGN, menambahkan bahwa pola makan dan gizi seimbang merupakan fondasi dari kesehatan fisik, mental, dan intelektual anak.

“Program MBG mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan fokus utama pada pemenuhan gizi anak sejak dini. Dengan kualitas SDM yang baik, kita bisa menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif di tingkat global,” ungkap Ari.

Ari juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Badan Gizi Nasional tanpa izin resmi. Sosialisasi ini juga menjadi ajang edukasi untuk mencegah penyalahgunaan program oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Anggota DPRD Sidoarjo Prabata Ferdiansyah turut menyampaikan bahwa masih terdapat kebingungan di masyarakat terkait prosedur pelaksanaan program MBG. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan dan penganggaran.

“Program ini harus dikawal bersama agar pelaksanaannya tepat sasaran. Masyarakat perlu terlibat aktif dalam proses pengawasan dan evaluasi untuk memastikan program berjalan efektif dan transparan,” jelas Prabata.

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Desa Kedinding membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan gizi nasional. Dengan partisipasi aktif semua pihak, diharapkan program MBG dapat memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Nasional #Makan Bergizi Gratis #gizi #Mbg #Sosialisasi