RADAR SIDOARJO - Aksi konvoi sekelompok remaja yang diduga berasal dari salah satu perguruan silat mengganggu ketertiban umum di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sidoarjo, Minggu siang (11/5). Konvoi tersebut berlangsung dari Balongbendo, Krian, hingga wilayah Taman.
Mengendarai sepeda motor, para remaja yang mengenakan pakaian serba hitam dan membawa bendera ini tak hanya membuat gaduh, tapi juga sempat terlibat aksi anarkis.
Mereka berteriak-teriak di jalanan, menggeber motor, bahkan melempar batu ke arah kelompok remaja lain yang diduga dari perguruan berbeda.
"Jumlahnya ratusan, pakai baju hitam semua. Mereka mengejar dan melempari remaja lain dengan batu," ujar Yuli, salah seorang pengendara yang melintas di kawasan Bypass Krian.
Aksi tersebut sempat memicu ketegangan antar kelompok. Hingga akhirnya petugas kepolisian tiba di lokasi dan membubarkan massa untuk mencegah bentrokan lebih lanjut. Kapolsek Krian, Kompol IGP Atmagiri, memastikan situasi di Bypass Krian sudah terkendali.
"Sudah aman dan kondusif. Rombongan sudah melintas dari Balongbendo ke arah Gresik," ujarnya.
Namun, ketegangan kembali terjadi saat kelompok remaja itu melintasi Jalan Raya Kletek, Kecamatan Taman. Mereka kembali membuat kerusuhan dengan mengejar dan meneriaki remaja lain, bahkan ada yang melemparkan batu.
"Saya mau ke Geluran, pas lewat ramai sekali. Mereka bergerombol dan teriak-teriak ke arah kelompok lain," kata Prasetyo, seorang pengendara motor.
Ia juga menyaksikan beberapa dari mereka membawa senjata tajam dan tampak bersiap untuk bentrokan.
Beruntung, polisi kembali bertindak cepat untuk membubarkan massa dan mengamankan situasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun aparat masih menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat, khususnya para pemuda dari perguruan silat, tidak terprovokasi dan menjaga kondusivitas wilayah. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista