RADAR SIDOARJO - Kabar duka datang dari kloter 20 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Sidoarjo. Seorang jemaah bernama Nur Fadilah meninggal dunia di dalam pesawat saat perjalanan menuju Tanah Suci, Mekkah.
Perempuan 45 tahun asal Desa Ngelom, Kecamatan Taman itu sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit. Dia sempat mengeluh sakit perut lalu meminta izin ke toilet pesawat sebelum ditemukan tidak sadarkan diri.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag Sidoarjo, M Khoidar menjelaskan, kondisi almarhum dalam keadaan sehat sejak dari Pendopo Pemkab hingga di Asrama Haji Sukolilo. Bahkan saat menaiki pesawat pun tidak ada keluhan yang disampaikan.
"Saat beberapa jam setelah penerbangan, Ibu Nur Fadilah merasa perutnya sakit dan izin ke toilet kepada suaminya, karena tak kunjung kembali, suaminya menyusul dan mendapati istrinya sudah tergeletak tak sadarkan diri," jelasnya saat ditemui Radar Sidoarjo di Fave Hotel, Jumat, (9/5).
Petugas medis yang berada di dalam pesawat langsung memberikan penanganan. Namun upaya tersebut tidak berhasil diselamatkan dan kemudian dinyatakan wafat.
"Kami dari Kemenag Sidoarjo turut berduka atas wafatnya Ibu Nur Fadhilah, kami akan membantu pengurusan asuransi kematian dan administrasi yang dibutuhkan," terangnya.
Untuk urusan dokumen, Kemenag menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sidoarjo. Hal itu untuk mempercepat pengurusan data kependudukan almarhumah agar tidak mengganggu hak-haknya sebagai jemaah haji.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan di area Raudhah Masjid Nabawi, Madinah. "Kami juga akan memproses haji badal bagi almarhumah agar tetap mendapat hak sebagai jemaah haji," terangnya.
Selain Nur Fadilah, ada satu calon jemaah haji asal Desa Wedi, Kecamatan Gedangan yang juga wafat sebelum berangkat. Jamaah tersebut meninggal dunia di rumahnya beberapa waktu sebelum jadwal keberangkatan ke tanah suci. (sai/gun)
Editor : Guntur Irianto