Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Pembebasan Lahan Frontage Road di Sidoarjo Terkendala Tiga Titik Krusial, Ini Lokasinya

Diky Putra Sansiri • Sabtu, 3 Mei 2025 | 01:42 WIB

 

 

MASIH RUMIT: Makam Desa Waru yang belum dibebaskan untuk pembangunan. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
MASIH RUMIT: Makam Desa Waru yang belum dibebaskan untuk pembangunan. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Proyek Frontage Road (FR) yang sebelumnya sempat terhenti kini kembali dilanjutkan. Pemkab Sidoarjo saat ini tengah fokus menyelesaikan proses pembebasan lahan yang masih menyisakan tiga titik krusial.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menyebut ketiga titik tersebut terdiri atas dua area makam dan satu masjid yang berlokasi di Desa Waru dan Kedungrejo.

“Untuk lahan di Desa Waru, seluruh pihak sudah bersikap kooperatif. Baik pemerintah desa maupun pemilik lahan telah menyetujui pembebasan. Selanjutnya tinggal menunggu arahan dari Bupati dan skema ganti rugi yang akan diterapkan,” jelas Dwi, Jumat (2/5).

Namun, kondisi berbeda terjadi di Kedungrejo. Meski Musyawarah Desa (Musdes) telah digelar, belum semua pihak sepakat.

“Dari 13 bidang tanah pengganti yang ditawarkan desa, baru empat yang menyetujui,” ungkapnya.

Karena kurangnya kesepakatan, opsi pertama dalam musyawarah tidak bisa dilanjutkan. Permasalahan terletak bukan pada penetapan lokasi, melainkan pada persetujuan atas tanah pengganti.

“Karena bersifat musyawarah, keputusan tidak bisa diambil sepihak,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa mulai mempertimbangkan opsi kedua. Tanah pengganti baru telah diajukan dan kini sedang dalam proses verifikasi.

“Kami sedang menelusuri legalitas tanah tersebut. Jika sudah dinyatakan clear and clean, maka akan dilanjutkan ke proses pengukuran dan appraisal,” terang Dwi.

Ia menambahkan, secara prinsip proyek Frontage Road sudah mulai berjalan. Pihaknya kini hanya menunggu surat resmi dari pemerintah desa untuk melanjutkan proses di lapangan.

“Setelah surat masuk, baru kami bisa masuk ke tahap berikutnya,” pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Jalan #Pembebasan #Lahan #Frontage Road #Makam #Waru