RADAR SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dikenal sebagai pemimpin yang mau mendengar langsung suara buruh.
Setiap aspirasi yang disampaikan para pekerja dianggap penting sebagai bahan lahirnya kebijakan yang berpihak.
Gaya kepemimpinannya yang dialogis Khofifah menumbuhkan kepercayaan publik, khususnya di kalangan buruh dan pekerja.
Ia menjadikan aspirasi buruh menjadi bagian kebijakan pembangunan ekonomi Jatim, Kamis (1/5/2025).
“Dalam banyak kesempatan beliau menerima dialog dan membangun komunikasi dengan buruh secara intens,” kata Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam.
Surokim menilai, pendekatan Khofifah yang membuka ruang komunikasi ini menjadi faktor utama kestabilan ketenagakerjaan di Jawa Timur.
Ia menyebut tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) relatif terkendali berkat model kepemimpinan seperti itu.
Bukan hanya hadir dan mendengar, Khofifah juga menerjemahkan suara buruh menjadi kebijakan konkret. Salah satu terobosannya adalah memberi afirmasi 5 persen dalam jalur PPDB untuk anak-anak buruh.
Langkah tersebut menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Melalui kebijakan ini, anak-anak buruh mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih adil dan setara.
Selain afirmasi, Khofifah juga menggulirkan program beasiswa pendidikan dan bantuan biaya sekolah untuk keluarga buruh. Program ini dijalankan untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas.
Surokim menyebut, keberpihakan Khofifah terhadap kalangan buruh konsisten diimplementasikan melalui program nyata. Inilah bentuk kepemimpinan yang lahir dari kepekaan dan kepedulian.
“Bu Khofifah sebagai gubernur sudah melakukan keberpihakan itu dan menjaga keseimbangan kepentingan bersama,” tutup Surokim.
Kepemimpinan yang mendengar dan bertindak seperti inilah yang membuat Khofifah pantas disebut sebagai pemimpin perempuan terbaik di Indonesia. Ia bukan sekadar hadir dengan dokumentasi, tapi hadir dengan solusi. (rud/vga)
Editor : Vega Dwi Arista