RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi menetapkan tarif baru penggunaan Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS) beserta fasilitas pendukung lainnya.
Informasi ini diumumkan melalui unggahan akun Instagram resmi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo pada Kamis (17/4).
Stadion yang selama ini dikenal sebagai ikon olahraga dan ruang publik kebanggaan warga Sidoarjo itu kini dinilai tidak lagi mudah diakses karena biaya sewanya yang tinggi.
Tarif penggunaan stadion dibedakan berdasarkan waktu. Untuk penggunaan pada pagi hingga sore hari, dikenakan biaya Rp 8 juta per hari. Sementara untuk malam hari, tarif naik menjadi Rp 10 juta per hari.
Untuk kegiatan bersifat komersial, tarif lebih tinggi diberlakukan. Acara berskala nasional dikenakan Rp 15 juta per jam, sedangkan untuk tingkat internasional mencapai Rp 40 juta per jam.
Kegiatan sosial dan keagamaan mendapat keringanan tarif, yakni sebesar Rp 2,5 juta per jam.
Fasilitas lain seperti lintasan atletik, wall climbing, dan atrium stadion juga dikenai biaya. Latihan atletik dipatok Rp 400 ribu per jam per tim, sementara untuk lomba atletik dikenakan tarif Rp 2 juta per jam. Sementara itu, pertandingan wall climbing dikenakan tarif Rp 750 ribu per hari, dan untuk latihan, biaya sebesar Rp 20 ribu per orang untuk durasi dua jam.
Salah satu staf Disporapar Sidoarjo, Augis, menyatakan bahwa seluruh tarif tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024. Menurutnya, Perda tersebut menjadi dasar hukum yang sah, serta menjadi alasan kuat untuk tidak memberikan potongan harga.
"Yang berhak menggunakan adalah masyarakat, seluruh masyarakat, termasuk dari luar negeri," ujarnya, Jumat (18/4).
Saat ditanya mengenai kemungkinan potongan tarif untuk atlet lokal berprestasi, pihak Disporapar belum memberikan jawaban yang pasti. Hingga kini, capaian atlet belum menjadi pertimbangan khusus dalam penetapan tarif.
“Tarif retribusi sudah diatur dalam Perda,” tegasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista