Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Begini Suasana saat Ratusan Warga Eks Korban Lumpur Sidoarjo Gelar Salat Ied di Tanggul

Diky Putra Sansiri • Selasa, 1 April 2025 | 00:44 WIB
KHUSYUK : Ratusan korban eks lumpur Sidoarjo salat Ied di tanggul, Senin (31/3). (IST/RADAR SIDOARJO)
KHUSYUK : Ratusan korban eks lumpur Sidoarjo salat Ied di tanggul, Senin (31/3). (IST/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Suasana haru menyelimuti ratusan warga eks korban lumpur Sidoarjo yang menggelar salat Idul Fitri di area tanggul lumpur, Senin (31/3) pagi. 

Ibadah ini menjadi momen spesial bagi mereka untuk bersilaturahmi dan mengenang kampung halaman yang kini telah tenggelamoleh lumpur Sidoarjo. Sejak pagi buta, ratusan jamaah mulai berdatangan ke halaman Masjid Nurul Azhar di Desa Jatirejo, Porong, Sidoarjo. 

Mereka datang dari berbagai kota, seperti Jakarta, Malang, Surabaya, Mojokerto, hingga Pasuruan. Bagi mereka, ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga cara untuk mengobati kerinduan terhadap tanah kelahiran yang telah lenyap akibat bencana 18 tahun lalu.

Salah satu jamaah eks korban lumpur Sidoarjo, Scholichin mengaku selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam salat Ied di lokasi tersebut setiap tahunnya.

“Setiap tahun saya usahakan datang ke sini, karena di sinilah rumah saya dulu. Bertemu dengan teman dan saudara yang senasib membuat saya merasa seperti kembali ke kampung halaman,” tutur pria yang kini menetap di Krembung tersebut.

Tangis haru pecah di antara para jamaah yang mengenang masa lalu. Sejumlah warga bahkan membawa anak dan cucu mereka untuk menunjukkan jejak sejarah yang telah mengubah hidup mereka selamanya.

Sementara itu, Takmir Masjid Nurul Azhar, Masrukh, mengungkapkan bahwa kegiatan salat Ied ini rutin diadakan setiap tahun sebagai ajang temu kangen bagi para warga terdampak.

“Kami ingin terus menjaga silaturahmi dan mengingatkan bahwa meskipun kampung kami telah hilang, persaudaraan di antara kami tetap abadi. Salat Ied ini menjadi penguat bagi kami untuk terus melangkah ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tragedi lumpur Sidoarjo masih meninggalkan luka yang mendalam bagi para korban. Meskipun sudah bertahun-tahun lamanya, rasa kehilangan itu masih melekat.

“Namun, melalui salat Ied ini, kami ingin menguatkan kembali tali persaudaraan di antara sesama korban,” jelasnya.

Bencana tersebut mengakibatkan ratusan rumah terdampak, memaksa banyak warga untuk meninggalkan kampung halaman mereka dan pindah ke wilayah lain demi keselamatan. Kawasan terdampak, Porong, Tanggulangin, Jabon, masih tertutup lapisan lumpur Sidoarjo. (dik/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Lapindo #warga #Lebaran #idul fitri #Lumpur #tanggul #Ied #salat