SIDOARJO - Banjir di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, masih belum sepenuhnya surut. Meski sudah berlangsung selama 10 hari. Warga juga masih berupaya menguras air yang menggenangi tempat tinggalnya.
Di Desa Gempolsari, Tanggulangin, Sidoarjo, beberapa bagian jalan sudah mulai kering, tetapi rumah-rumah yang lebih rendah masih tergenang banjir. Ini terjadi di RW 03 Dusun Pologunting, air masih merendam rumah warga.
"Genangan sudah mulai berkurang, tetapi beberapa rumah masih terendam banjir," ucap Kepala BPD Gempolsari, Khusnu Karim, Kamis, (6/3).
Sementara itu, di sejumlah RW lainnya juga masih terendam banjir. Seperti RW 04 yang genangan airnya juga sudah mulai berkurang.
"Sudah tidak setinggi beberapa hari yang lalu. Sebelumnya, ketinggian banjir mencapai 40 sentimeter kini tinggal 20 sentimeter," ungkapnya.
Selain Desa Gempolsari, Desa Kedungbanteng juga masih terdampak banjir dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Kondisi tersebut menyulitkan warga dalam beraktivitas sehari-hari.
Selama banjir berlangsung, Puskesmas Tanggulangin aktif memberikan layanan kesehatan bagi warga. Tim medis keliling ke desa-desa menggunakan ambulans untuk memeriksa kondisi kesehatan warga.
Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinkes Sidoarjo, Danang Abdul Ghani mengatakan, dalam sepuluh hari terakhir, sebanyak 2.323 warga telah memeriksakan diri ke petugas kesehatan. "Penyakit yang paling banyak dikeluhkan adalah infeksi kulit akibat paparan air banjir yang kotor," katanya.
Menurut data Puskesmas Tanggulangin, ada 1.497 kasus infeksi kulit yang dialami warga. Selain itu, penyakit Isfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga menjadi keluhan utama dengan 307 kasus.
'Selama banjir belum surut sepenuhnya, tenaga kesehatan terus kaki kerahkan ke lokasi. Bahkan, untuk menjangkau daerah yang genangan banjirnya masih tinggi, kami fasilitasi dengan motor trail agar tetap bisa memberikan pelayanan," pungkasnya.
Banjir di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, ini sudah berlangsung selama 10 hari. Warga masih merasakan banjir yang belum sepenuhnya surut ini. (sai/gun)
Editor : Guntur Irianto