SIDOARJO - Banjir yang sebelumnya merendam 438 rumah warga di Desa Barengkrajan dan Desa Tempel, Kecamatan Krian, Sidoarjo masih belum surut seutuhnya, Kamis (27/2). Banjir yang melanda dua desa ini akibat dari hujan lebat yang mengguyur sejak Senin (24/2) malam.
Meski begitu, air mulai bertahap surut, namun masih ada sebagian rumah warga di dua desa di Krian yang tergenang banjir. Banjir tersebut dampak dari luapan air Sungai Kalimas. Puluhan kepala keluarga yang sempat mengungsi, kini sudah kembali ke rumah masing-masing untuk bersih-bersih.
"Alhamdulillah kemarin malam tidak hujan, air sudah mulai surut sejak pukul 22.00. Hanya tinggal sebagian titik saja yang masih dalam, kemarin tinggi airnya sampai satu meteran," ujar Kepala Desa (Kades) Barengkrajan, Asmono, Kamis (27/2).
Menurut Asmono, banjir yang melanda Desa Barengkrajan ini tercatat cukup parah dari tahun sebelumnya. Namun, pada Kamis (27/2) ini, air yang sempat masuk ke dalam rumah warga sudah mulai berkurang.
"Banjir tinggal menyisakan di halaman-halaman rumah warga. Kemarin, kita sodet memang, cukup efektif. Kita alirkan ke Sungai Pelayaran, ada tiga titik yang kita sodet di Barengkrajan," katanya.
Ia menurutkan, banjir terparah kali ini menggenangi dua RT yakni RT 17/RW 05 dan RT 19/RW 05, dengan rincian 183 rumah terendam sesuai dengan data dari BPBD Sidoarjo. Sedangkan, di Desa Barengkrajan terdapat 225 kepala keluarga.
"Sekarang sudah tidak ada yang mengungsi," jelasnya.
Sementara itu, hal senada disampaikan oleh Kades Tempel, Ainul Yaqin. Ia mengatakan, banjir yang melanda di Desa Tempel, sebagian titik bertahap surut. Hal ini juga tak lepas dari gotong royong warga yang berupaya menyodet air.
Menurutnya, genangan banjir disodet oleh warga, lalu dialirkan ke Sungai Pelayaran. Oleh karena itu, beberapa kepala keluarga yang sempat mengungsi, kini sudah kembali ke rumahnya masing-masing untuk bersih-bersih.
Diketahui, ada lima dusun yang ada di Dusun Tempel, dengan rincian 10 RT dan 553 kepala keluarga. "Sebagian masih ada genangan air, hanya tinggal di RT 4 dan 5 saja. Untuk RT 1, 2 dan 3 sudah surut. Volume air tinggi pada Selasa (25/2) dan Rabu (26/2), ketinggiannya mencapai 60 sampai 70 sentimeter," ujarnya.
Dampak dari banjir di dua desa di kawasan Krian, ini menyebabkan arus lalu lintas macet total pada Rabu (26/2). (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto