SIDOARJO - Ruwat Desa Gelam digelar dengan berbagai kegiatan budaya dan religi pada. Acara berlangsung di Situs Doro itu dihadiri masyarakat dengan antusiasme tinggi.
Kegiatan ruwat Desa Gelam ini dimeriahkan dengan pegelaran wayang kulit, mancing gratis dan sholawat oleh kesenian terbang Jidor Lesbumi Nurul Qolbi. Selain itu, istighosah, tahlil leluhur dan grebek gunungan sedekah bumi turut menjadi bagian dari acara.
Kepala Desa Gelam, Muchammad Muslich mengatakan akan pentingnya menjaga tradisi sebagai bentuk uri-uri budaya. Dia ingin masyarakat semakin mencintai sejarah dan mendapat keberkahan dari kegiatan ini.
"Acara dimulai sejak pukul 05.00 dengan istighosah dan wayang ruwat hingga pukul 16.00, setelah magrib, kegiatan dilanjutkan dengan tumpengan, sholawat dan grebek gunungan selepas salat Isya," ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Senin, (24/2).
Ketua BPD, Slamet Rizal menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara meskipun cuaca sempat gerimis. Dia menilai antusiasme masyarakat tetap tinggi dan acara berjalan lancar.
Dia juga mengapresiasi peran Lesbumi dalam menjaga seni dan budaya lokal di Desa Gelam. "Wayang kulit dan terbang jidor semakin populer dan menjadi kebanggaan warga," ujarnya.
Babinsa Desa Gelam, Serda Imannudin Bachtiar menekankan, ruwatan adalah warisan turun-temurun yang harus dijaga. Tradisi sedekah bumi juga menjadi simbol ketahanan pangan bagi masyarakat.
"Kehadiran warga yang sangat antusias membuktikan bahwa tradisi ini masih hidup dan tetap lestari," tutupnya. (nas/sai)
Editor : Guntur Irianto