Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Wow, Gunungan Tempe Setinggi 10 Meter Ada di Desa Sendenganmijen Sidoarjo

M Saiful Rohman • Senin, 17 Februari 2025 | 19:39 WIB
TRADISI DESA: Warga saat berebut gunungan tempe di Desa Sedenganmijen, Krian, Sidoarjo. (IST/RADAR SIDOARJO)
TRADISI DESA: Warga saat berebut gunungan tempe di Desa Sedenganmijen, Krian, Sidoarjo. (IST/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Tradisi gunungan tempe di Desa Sendenganmijen, Krian, Sidoarjo, pertama kali muncul pada tahun 2018 sebagai bagian dari perayaan sedekah bumi. Ide tersebut muncul sebagai upaya untuk melestarikan budaya lokal serta mengangkat identitas desa yang dikenal sebagai sentra pengrajin tempe.

Kepala Desa Sendenganmijen, Krian, Sidoarjo, Hasanuddin mengatakan, tradisi tersebut terinspirasi dari Tumpeng Durian Wonosalam, Jombang. Menurutnya, Wonosalam memiliki tumpeng durian karena banyaknya penghasil durian lokal. Pihaknya membuat gunungan tempe.

"Kami berpikir, di desa kami banyak pengrajin tempe, kenapa tidak membuat sesuatu yang mencerminkan potensi lokal, ide gunungan tempe ini akhirnya muncul," ucapnya. 

Awalnya, tradisi gunungan tempe hanya diikuti oleh sebagian masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam kegiatan. 

Menurutnya, masyarakat sudah merasa jika gunungan tempe adalah bagian dari identitas mereka yang harus dijaga dan dilestarikan.

"Kalau dulu hanya sekedar ikut serta, sekarang masyarakat merasa acara gunungan tempe milik mereka, contohnya tahun ini seribu kaos terjual, artinya masyarakat sangat antusias," ujarnya. 

Gunungan tempe terus berkembang setiap tahunnya. Baik dari segi ukuran maupun jumlah tempa yang digunakan. "Tahun kemarin saja gunungan tmpe mencapai ketinggian 10 meter dan terdiri dari 1.250 tempe," jelasnya. 

Gunungan tempe diarak keliling desa. Setelahnya tempe dibagikan kepada warga sebagai simbol keberkahan dan kebersamaan. 

Kini gunungan tempe menjadi daya tarik utama dalam prosesi ruwat di Desa Sendenganmijen, Krian, Sidoarjo. "Kami berharap, tradisi ini terus berkembang dan dikenal lebih luas oleh masyarakat luar daerah," tutupnya. (sai/gun)

Editor : Guntur Irianto
#gunungan #tradisi #Tempe #Potensi #Perajin #Krian #budaya lokal #Desa #ruwat