SIDOARJO - Dinkes Sidoarjo mengungkapkan, selama 2024 terdapat ratusan wanita melakukan pemeriksaan atau deteksi dini kanker serviks dan payudara. Sebanyak 55.458 wanita usia 30 hingga 50 tahun telah menjalani pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).
Selain itu, sebanyak 127.150 wanita juga telah melakukan pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) di puskesmas setempat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P), Dinkes Sidoarjo, dr Hinu Tri Sulistijori mengatakan, kegiatan tersebut merupakan arahan langsung dari Dinkes Provinsi Jawa Timur.
"Itu memang arahan Dinkes Provinsi, pemeriksaan rutin dilakukan puskesmas secara bergiliran ke tiap desa untuk memastikan cakupan yang lebih luas dan efektif," ucapnya, Kamis, (6/2).
Menurutnya, deteksi dini sangat penting dalam upaya pencegahan. Melalui deteksi dini, kasus-kasus kanker dapat ditemukan lebih cepat, sehingga peluang untuk penyembuhan pun lebih tinggi.
"Menemukan kasus lebih awal sangat baik, karena potensi sembuhnya cukup tinggi," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan IVA, tercatat 78 orang ditemukan positif dan menunjukkan indikasi lesi pra-kanker. Dari jumlah tersebut, empat diantaranya langsung menjalani krioterapi.
"Sementara 17 lainnya dicurigai mengidap kanker serviks," katanya.
Kemudian, ada 40 wanita yang dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hal itu guna memastikan kondisi kesehatan mereka.
Pada pemeriksaan Sadanis, ditemukan 90 wanita yang memiliki benjolan di payudara. Dari jumlah tersebut, 33 wanita dicurigai mengalami kanker payudara dan 68 lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.
"Secara keseluruhan, ada 108 wanita yang dirujuk ke rumah sakit setelah menjalani pemeriksaan IVA dan Sadanis," tutup Kabid P2P Dinkes Sidoarjo ini. (sai/gun)
Editor : Guntur Irianto