SIDOARJO - Pendaftaran peserta aktif BPJS Kesehatan untuk memenuhi ambang batas Universal Health Coverage (UHC) cut-off masih menunggu proses verifikasi dari Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo. Hal ini diperlukan untuk memastikan kelayakan peserta dalam program tersebut.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, Danang Abdul Ghani mengatakan, akan ada penambahan 10 ribu peserta aktif BPJS Kesehatan untuk segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD atau PBID.
“Setelah data calon peserta dinyatakan valid, data tersebut akan diteruskan ke BPJS Kesehatan untuk proses aktivasi kartu kepesertaan,” ucapnya, Selasa, (14/1).
Data terakhir, pada 1 Januari 2025 kemarin, tingkat kepesertaan aktif BPJS Kesehatan di Sidoarjo tercatat sebesar 75,58 persen dari total penduduk. Angka tersebut masih di bawah target nasional yang mewajibkan cakupan kepesertaan aktif minimal 80 persen.
"Proses pendaftaran bertahap, karena data yang diajukan harus benar-benar valid terlebih dahulu,” imbuhnya.
Danang menjelaskan, proses pendaftaran tidak dapat dilakukan sekaligus karena memerlukan waktu untuk validasi data. Namun, dengan sistem pencicilan per bulan, pihaknya optimis dapat mencapai target 80 persen.
“Insyaallah pada akhir bulan akan selesai dan didaftarkan,” ungkapnya.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas Pemkab tahun ini untuk mendukung pencapaian UHC. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih baik.
“Kami upayakan, pendaftaran dilakukan secara bertahap setiap bulan untuk mengejar target pendaftaran 93 peserta aktif,” jelasnya.
Di sisi lain, penambahan kepesertaan aktif juga akan terjadi jika ada warga yang BPJS-nya tidak aktif namun berobat di puskesmas atau RSUD. “Bisa langsung aktif, nanti ikut terhitung, jika ada yang berobat di seluruh puskesmas atau RSUD baik Notopuro maupun Sidoarjo Barat," tutupnya. (sai/gun)
Editor : Guntur Irianto