Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Hujan Deras, Kawasan Waru Sidoarjo Darurat Banjir, Ini Wilayah yang Terdampak

M Saiful Rohman • Rabu, 25 Desember 2024 | 23:46 WIB

 

TERGENANG: Banjir yang terjadi di Desa Pepelegi, Kecamatan Waru membuat aktivitas pengguna jalan terganggu. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
TERGENANG: Banjir yang terjadi di Desa Pepelegi, Kecamatan Waru membuat aktivitas pengguna jalan terganggu. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Hujan deras yang mengguyur Sidoarjo, Rabu (25/12) mengakibatkan sejumlah wilayah terdampak banjir. Misalnya di Desa Pepelegi, Kecamatan Waru.

Berdasarkan pantauan Radar Sidoarjo, banjir di Desa Pepelegi mencapai ketinggian 50 cm hingga 60 cm. Akibatnya, aktivitas warga menjadi terganggu. 

Banyak pengendara motor yang terpaksa mendorong kendaraannya karena mesin mogok. Sehingga, mereka harus menerobos banjir dengan cara berjalan kaki.

Salah satu pengendara motor, Sulistiyono mengaku motornya mogok akibat banjir. Knalpotnya kemasukan air, menyebabkan mesin motornya mati.

"Dalam banget banjirnya, apalagi mobil tadi nggak mau pelan-pelan, ombaknya kan lumayan masuk knalpot," ucapnya kepada Radar Sidoarjo.

Camat Waru Nawari mengatakan, banjir terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi. Sehingga beberapa titik di wilayahnya tergenang banjir.

"Terutama di Tropodo itu sangat parah," ungkapnya saat dihubungi Radar Sidoarjo.

Dia menjelaskan, Waru saat ini sudah masuk dalam kategori darurat bencana. Sehingga ia langsung berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo untuk mengerahkan bantuan sosial kepada warga.

Beberapa titik masih tergenang, seperti di Desa Waru, Pepelegi, Medaeng, dan Bungurasih. Ketinggian genangan berkisar antara 20 hingga 30 cm.

Di wilayah timur Jalan Raya, seperti Desa Kedungrejo, Janti Wedoro, Kepuhkiriman, Ngingas, dan Tropodo, ketinggian air mencapai 40 hingga 50 cm. Sementara itu, di Perumahan Griyo Mapan Sentosa, ketinggian genangan air mencapai 20 cm.

"Di sekitar Gereja Salib Suci Tropodo, air mencapai ketinggian antara 20 cm hingga 30 cm, sedangkan di Desa Kepuhkiriman, ketinggian genangan juga berada di angka 30 hingga 40 cm," terangnya.

Sementara itu, di Desa Tambaksumur dan Desa Tambaksawah mengalami genangan air dengan ketinggian 20 hingga 30 cm. "Kalau di terminal, masih tergolong aman, hanya semata kaki," katanya.

Menurutnya, banjir saat ini sudah mulai cepat surut dibanding sebelumnya. Dimana penurunan mencapai 20 cm hingga 30 cm.

Apalagi, sebelumnya sungai sudah dilakukan normalisasi. Sehingga aliran air sudah lebih lancar.

"Pas awal turun hujan, Selasa, (24/25) waktu siang hingga sore itu ketinggiannya kan mencapai 50 cm hingga 60 cm, tapi saat ini sudah turun jadi 30 cm bahkan 20 cm," bebernya.

Kendati demikian, ia meminta warga untuk tetap waspada. Karena cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung.

"Kami akan menanggulangi dampak dari bencana ini secepat mungkin," pungkasnya. (sai/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Terdampak #Banjir #Hujan #darurat #Waru