Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Banjir Belum Surut, Perumahan Mutiara Citra Asri Sidoarjo Masih Parah

M Saiful Rohman • Rabu, 18 Desember 2024 | 22:49 WIB

 

BUTUH SOLUSI: Kondisi banjir yang terjadi di Perumahan Mutiara Citra Asri. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
BUTUH SOLUSI: Kondisi banjir yang terjadi di Perumahan Mutiara Citra Asri. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Banjir yang ada di Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin dan Sumorame Kecamatan Candi belum surut total juga hingga, Rabu (18/12). Begitu juga dengan kawasan Perumahan Mutiara Citra Asri (MCA) masih penuh dengan genangan air.

Sekretaris Desa Boro, Fajar Mardianto mengatakan, banjir sudah mulai menurun di beberapa titik. Tetapi asa juga sebagian pemukiman warga masih tergenangi banjir. Kondisinya masih parah.

"Sebagian sudah surut, sementara sebagian lainnya masih tergenang," ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Rabu (18/12).

Dia menjelaskan, terdapat dua titik banjir yang masih parah di Desa Boro. Kedua titik tersebut masih terendam air hingga saat ini.

"Ada dua lokasi banjir yang belum surut, pertama, di Perumahan MCA dan yang kedua di RT 13, dua itu yang banyak (parah, red)," ungkapnya.

Berdasarkan laporan terakhir BPBD Sidoarjo, genangan di Perumahan MCA masih mencapai ketinggian 35 cm. Ketinggian air tersebut setara dengan tinggi lutut orang dewasa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Dwi Eko Saptono mengatakan, pihaknya berusaha keras menangani banjir yang terjadi di Sidoarjo.

Menurutnya, terdapat tiga titik banjir yang sulit surut dengan cepat. Yakni, banjir yang terjadi di perumahan MCA, Desa Sumorame, Boro dan Kludan.

"Kami melakukan perbaikan plengsengan dan normalisasi sungai, selain itu, kami juga membangun kisdam darurat di saluran link-1 dengan memasang pompa berkapasitas 400 liter per detik," jelasnya.

Pembangunan kisdam itu sangat penting untuk menjaga air tidak kembali lagi ke pemukiman warga. Setiap kisdam yang dibangun dilengkapi dengan dua pompa masing-masing berkapasitas 200 liter per detik.

"Kisdam berfungsi untuk memperlancar aliran air dari saluran pemukiman menuju Desa Boro, selain itu, kisdam juga dirancang untuk menyedot air di Dusun Keramean, Sumorame yang saat ini mengalami genangan cukup tinggi," jelasnya.

Di saluran link-1, kondisi air diketahui meluber dan mengancam pemukiman. Untuk itu, ia menurunkan eskavator untuk normalisasi dan membuat tanggul di sepanjang sungai.

“Kami berharap, langkah yang kami lakukan dapat mengurangi debit air banjir," tutupnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#kecamatan #Banjir #Parah #Tanggulangin