Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Panen Bebek Peking Jumbo, Ketahanan Pangan Desa Gelam Candi Sidoarjo Jadi Percontohan

M Saiful Rohman • Jumat, 13 Desember 2024 | 01:23 WIB

 

BERMANFAAT: Kepala Desa Gelam, Muchammad Muslich (dua dari kanan) saat meninjau peternakan bebek di desanya. (ANAS/RADAR SIDOARJO)
BERMANFAAT: Kepala Desa Gelam, Muchammad Muslich (dua dari kanan) saat meninjau peternakan bebek di desanya. (ANAS/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Desa Gelam, Kecamatan Candi menjadi contoh ketahanan pangan di tingkat desa Kabupaten Sidoarjo. Hal itu setelah berhasil melakukan panen bebek peking jumbo yang ketiga kalinya.

Kepala Desa Gelam, Muchammad Muslich mengatakan, apa yang ia lakukan menjadi bagian dari implementasi visi-misi Presiden RI Prabowo Subianto. Yakni memperkuat ketahanan pangan berbasis nabati dan hewani.

"Ketahanan pangan di Desa Gelam mencakup dua sektor utama, yaitu nabati dan hewani, untuk sektor nabati yang kami dikembangkan antara lain tanaman hidroponik, padi dan jagung," ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Kamis (12/12).

"Sedangkan untuk hewani ada bebek peking jumbo, ikan, belut, ayam dan kambing, itu semua dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," imbuhnya.

Muslich menjelaskan, sebelum program ketahanan pangan digalakkan, sosialisasi dan praktek langsung dilakukan. Dia melibatkan berbagai kelompok yang ada di setiap RT dan RW di Desa Gelam.

“Tentunya kami ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan ketahanan pangan ke masyarakat, agar mereka dapat ikut berpartisipasi dalam program ini,” ungkapnya.

Dengan program tersebut, ia berharap perekonomian desa bisa semakin berkembang. Serta membuat masyarakat menjadi lebih sejahtera.

“Alhamdulillah, hasil panen bebek peking Jumbo tidak ada ruginya, kami bisa menjualnya dan mendapatkan keuntungan," bebernya.

Salah satu toko masyarakat Desa Gelam, Tri Rahmat Wibowo menerangkan, setiap kali panen bebek, hasilnya terus meningkat. “Setiap panen, pada hari pertama ada sekitar 300 bebek, hari kedua 400 bebek, dan pada panen ketiga mencapai 600 bebek,” terangnya.

"Hasil panen kami juga laku di desa seberang, seperti Jogosatru," tambahnya.

Kepala Desa Jogosatru, Sugito mengaku tertarik membeli bebek peking jumbo dari Desa Gelam. Dia berencana mencontoh pengembangan ketahanan pangan yang ada di Desa Gelam.

“Saya membeli bebek mentok ini untuk dibawa ke Desa Jogosatru dan mengembangkan program ketahanan pangan di sana,” ujarnya.

Sugito akan membagikan bebek tersebut ke warganya. Supaya dapat dirawat dan dibudidayakan secara mandiri.

"Kami berharap program ini bisa berkembang dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat miskin di desa kami,” pungkasnya. (nas/sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Gelam #Percontohan #Panen #Candi #Desa