PLN Peduli Masa Depan Anak Bangsa, Gandeng Kampung Lali Gadget di Sidoarjo
Vega Dwi Arista• Minggu, 8 Desember 2024 | 00:14 WIB
SENANG: Anak-anak asyik bermain dengan melupakan gadget bentuk program PLN Peduli Masa Depan Anak Bangsa.
SIDOARJO - Pengaruh gadget sangat memperihatinkan khususnya buat anak anak usia dini hingga remaja. Hampir semua pelajar mulai dari TK hingga pelajar dewasa tak lepas dari gadget.
Padahal mereka sebenarnya tahu dampak negatifnya namun karena terlalu asyik dampak negatif akan terabaikan. Dari hal inilah maka PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur turut terpanggil untuk melakukan kegiatan yang bisa membantu menyelamatkan anak-anak bangsa ini.
Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur menggandeng kampung lali gadget untuk melakukan pendampingan terhadap lingkungannya.
Pada Rabu (4/12) PLN UID Jatim melakukan kunjungan di Kampung Lali Gadget terletak di Kecamatan Wonoayu Sidoarjo.
Kampung Lali Gadget ini merupakan wadah buat anak-anak untuk bermain permainan tradisional yang mana saat ini sudah hampir punah. Permainan yang menyatu dengan alam dengan lingkungan yang sangat asri membuat anak anak lupa dengan gadgetnya.
General Manager PT PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir menyampaikan, program tanggung jawab sosial PLN yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian. PLN tidak hanya melistriki pelanggan saja tetapi juga memberdayakan masyarakat di lingkungan kampung sini.
"Tujuan dari program kami memberikan wadah dan ruang untuk anak sekolah agar bisa mengurangi interaksi mereka menggunakan gadget namun digantikan dengan permainan tradisional seperti egrang, main eklek atau dengan menangkap lele di kolam yang sudah disediakan," jelas Ahmad.
Dia menambahkan, selain itu untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar. Ada sekitar 50 KK yang
terdampak. Jadi mereka bisa jualan ditempat ini ada UMKM dan ada juga yang menjadi folentir-folentir disini.
"Kami berharap kegiatan ini bisa terus berkembang, PLN akan melakukan pendampingan tiga tahun ke depan agar bisa berkembang secara maksimal, dan setidaknya kita bisa menyelamatkan anak-anak bangsa lepas dari ketergantungan bermain dengan gadget," ungkapnya. (rin/vga)