Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Perkuat Layanan Kesehatan, Dinkes Sidoarjo Tambah Posyandu Keluarga

M Saiful Rohman • Kamis, 5 Desember 2024 | 00:14 WIB

 

SEHAT: Posyandu keluarga yang dilakukan Dinkes Sidoarjo. (IST)
SEHAT: Posyandu keluarga yang dilakukan Dinkes Sidoarjo. (IST)

SIDOARJO - Untuk memperkuat akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo terus mendorong pengembangan Integrasi Layanan Primer (ILP). Yakni dengan menargetkan penambahan puskesmas pembantu (Pustu) di berbagai wilayah.

Hal tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat dasar. Seperti Posyandu hingga Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat lanjut.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Sidoarjo, Inensa Khoirul Harahap mengatakan, penambahan pustu nantinya akan dilakukan oleh tiap puskesmas.

“Jadi setiap puskesmas, tahun depan akan ditargetkan menambah dua pustu di wilayahnya,” ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Rabu (4/12).

Penambahan pustu dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas akses layanan kesehatan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kemudahan layanan bagi masyarakat.

"Pustu akan membawahi satu posyandu, kemudian nantinya posyandu tersebut akan diubah menjadi posyandu keluarga, jadi di posyandu nanti bukan hanya bayi dan balita, tapi melayani juga remaja, dewasa, hingga lansia,” jelasnya.

Dengan terintegrasinya posyandu keluarga dengan pustu, proses pengobatan di puskesmas akan menjadi lebih mudah. Hal itu karena riwayat kesehatan, seperti berat badan dan keluhan penyakit sebelumnya sudah tercatat oleh posyandu keluarga.

Inensa mengungkapkan, terdapat 1.852 unit posyandu di Kota Delta. Dari jumlah tersebut, 464 posyandu di antaranya telah terintegrasi dengan program ILP sebagai posyandu keluarga.

"Untuk tahun depan dinkes menargetkan adanya tambahan 352 posyandu keluarga, sehingga jumlahnya menjadi 816 posyandu keluarga,” terangnya.

Baginya, pengembangan posyandu keluarga berbasis ILP sangat penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Supaya kualitas  layanan kesehatan semakin merata di setiap lapisan.

"Dengan dukungan pustu dan posyandu keluarga, kami berharap kualitas layanan kesehatan di tingkat desa semakin meningkat,” ujarnya.

"Program ini tidak hanya memperkuat layanan kesehatan bagi ibu dan anak, tetapi juga menjangkau seluruh anggota keluarga, sehingga posyandu keluarga bisa menjadi layanan kesehatan preventif dan promotif yang terhubung dengan faskes diatasnya atau puskesmas,” pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Puskesmas #layanan #Kesehatan #keluarga #posyandu