SIDOARJO - Rutan Medaeng atau Rutan Kelas I Surabaya kini memanfaatkan lahan kosong di halaman depan untuk program agrikultur sebagai upaya mendukung pembinaan kemandirian warga binaan.
"Kegiatan ini juga mendukung visi dan misi Asta Cita yang diusung pemerintah, yaitu menciptakan ketahanan pangan yang kuat serta memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi para warga binaan," kata Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya, Tomi Elyus, Kamis (14/11).
Program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Kami berharap dengan adanya program agrikultur ini, warga binaan dapat memperoleh keterampilan yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat," ujarnya.
Untuk saat ini, proyek yang sedang berjalan meliputi pembukaan lahan dan persiapan media tanam yang akan segera diolah menjadi lahan produktif.
Lebih lanjut, masih kata Tomi, berbagai jenis tanaman pangan seperti sayuran dan umbi-umbian akan ditanam oleh para warga binaan, tentunya di bahwa pengawasan tim pembina.
Berbagai jenis tanaman pangan seperti sayuran dan umbi-umbian direncanakan untuk ditanam oleh para warga binaan di bawah pengawasan tim pembina.
"Program agrikultur ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang praktis, sekaligus memperkuat potensi kemandirian warga binaan dalam jangka panjang," imbuhnya.
Dengan demikian, ia berharap program yang dijalankan ini tak hanya memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan, tetapi juga sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan internal rutan.
"Kami ingin memastikan bahwa warga binaan memiliki bekal yang berguna untuk kehidupan mereka ke depan, dan salah satunya adalah keterampilan bertani," tandasnya.
Dengan kegiatan produktif ini, Rutan Medaeng berkomitmen untuk berkontribusi pada ketahanan pangan nasional dan menciptakan lingkungan pembinaan yang bermanfaat untuk masa depan warga binaan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista