SIDOARJO - Warga Desa Gelam Kecamatan Candi yang menjadi korban penipuan pekerjaan di Kamboja, Yudha Wahyu Palupi Bagus Tejowono akhirnya kembali pulang ke rumah dengan selamat.
Beberapa bulan yang lalu, video Yudha sempat viral saat meminta pertolongan ke pemerintah Indonesia. Dia yang awalnya dijanjikan bekerja sebagai customer service malah dijadikan admin judi online.
Yudha yang tidak berkenan dengan pekerjaan tersebut berusaha lari. Namun ia dipersulit oleh perusahaannya.
Pada Senin malam (11/11), Pjs Bupati Sidoarjo Muhammad Isa Anshori, bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sidoarjo, Ainun Amalia, mengunjungi Yudha untuk memastikan kondisinya dalam keadaan baik. Dalam kesempatan itu ia juga memberikan bantuan dari Baznas Sidoarjo.
Isa mengatakan, kasus seperti yang dialami Yudha menjadi pelajaran untuk warga Kota Delta agar tidak tergiur oleh agen penyalur tenaga kerja ilegal. Dia mengimbau masyarakat untuk memilih agen resmi yang diakui pemerintah agar bisa berangkat melalui prosedur yang benar.
"Untuk anak-anak muda Sidoarjo agar lebih berhati-hati dengan ajakan-ajakan yang tidak sesuai prosedur, kalau mau berangkat keluar negeri harus melalui prosedur yang benar, kalau butuh informasi bisa datang ke Disnaker Sidoarjo," ucapnya.
Dia menjelaskan, sejak video Yudha viral di medsos, Pemkab Sidoarjo terus berupaya untuk membantu kepulangannnya. Waktu itu ia perintahkan Disnaker Sidoarjo untuk bersurat ke KBRI di Kamboja agar dapat membantu kepulangan warganya.
"Kemarin Kadisnaker sudah berkirim surat ke KBRI Kamboja supaya bisa membantu kepulangan Mas Yudha, kita sudah melangkah ke sana, bahkan Kadisnaker sempat juga saya suruh ke Kamboja," jelasnya.
Sementara itu, Yudha bersyukur dapat kembali pulang ke rumah dan bisa bertemu anak istrinya. Dia mengaku terjebak di Kamboja saat mencari lowongan kerja di Facebook.
"Mereka menawarkan pekerjaan sebagai customer service dan setelah saya hubungi mereka, saya diarahkan untuk berkomunikasi lewat Telegram, namun setibanya di Kamboja saya justru dipaksa bekerja sebagai admin judi online, bukan customer service seperti yang dijanjikan," ceritanya.
"Saya diintimidasi secara mental, secara psikis, saya sempat tidak dikasih makan sekitar tiga hari, hanya minum," keluhnya.
Setelah dua bulan menolak bekerja, ia dijual ke perusahaan lain. Namun, hanya sehari di sana, ia dijemput kepolisian Kamboja.
"Ada orang telepon namun yang jelas bukan orang Indonesia tapi bisa berbahasa Indonesia, saya pikir itu pihak kepolisian Kamboja, si penelpon itu bertanya kepada saya, adik dimana?, saya tidak tahu Pak saya dimana," jelasnya.
Yudha mengaku membuat video permohonan pertolongan di kantor polisi Kamboja untuk bisa segera pulang dan bertemu keluarganya. Video itu ia kirim ke grup Facebook ILS (Info Lantas Sidoarjo) hingga akhirnya kondisinya diketahui banyak orang, termasuk Pemkab Sidoarjo.
"Pertama saya ucapkan kepada semua pihak yang telah memviralkan, yang kedua saya sangat berterimakasih sekali kepada pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya juga berterimakasih kepada pihak kepolisian yang telah ikut membantu kepulangan saya dan memberikan pengamanan kepada keluarga saya di Indonesia," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista