SIDOARJO - Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional, GP Ansor Sidoarjo menggelar acara nikah massal yang diikuti oleh 31 pasangan. Acara itu dilakukan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki surat nikah resmi.
Asisten Bidang Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mohammad Ainur Rohman mendukung penuh kegiatan tersebut. Dia menegaskan pentingnya legalisasi pernikahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya nikah massal ini, semoga dapat memberikan kesempatan bagi pasangan untuk memiliki status yang sah," ucapnya, Minggu (3/11).
Ketua GP Ansor Sidoarjo, Riza Ali Faizin mengatakan, acara dibuka dengan gowes yang melibatkan 1.500 santri. Mereka berkeliling Kota Delta dengan bahagia.
“Alhamdulillah rangkaian peringatan Hari Santri Nasional berlangsung lancar," jelasnya.
Nikah massal berlangsung meriah, di mana setiap pasangan mendapatkan pendampingan penuh dari panitia. Hal itu untuk memastikan seluruh proses, mulai dari akad nikah hingga seserahan, berjalan lancar.
“Kami kawal dari akad nikah, dari mas kawin, seserahan, hingga riasnya, sampai kita antarkan ke kamar hotel,” ujarnya.
Riza menambahkan, kamar hotel disediakan untuk satu malam. Supaya 31 pasangan tersebut dapat merayakan momen spesial dan lebih bahagia.
Nikah massal tersebut menjangkau berbagai kalangan. Baik yang masih berusia muda hingga yang berusia lanjut.
“Yang mengikuti nikah massal ini beragam, ada yang usianya 60 tahun, ada yang nikah kesekian kalinya, ada yang nikah sirih tapi belum dilegalkan,” terangnya.
"Pasangan yang paling banyak berasal dari Kecamatan Taman, dengan lima hingga enam pasangan ikut serta," imbuhnya.
Dia bersyukur, mereka semua sudah sah dan resmi menjadi pasangan suami istri. Sehingga tidak perlu ada lagi yang dikhawatirkan, karena sudah halal.
“Alhamdulillah, 31 pasangan tersebut saat ini sudah legal dan resmi menjadi pasangan suami istri,” tutupnya.
Salah satu pasangan yang ikut dalam nikah massal, Arya Delta Pradana dan Hanim Puspitasari merasa sangat senang dengan fasilitas tersebut. Dengan nikah massal seperti itu ia mengaku terbantu.
“Alhamdulillah, sangat senang,” ungkapnya singkat.
"Saya berharap keluarga kami dapat menjadi sakinah mawadah warahmah,” pungkasnya.
Selain nikah massal, kegiatan ini juga meliputi layanan hapus tato yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk memperbaiki penampilan dan kepercayaan diri. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista