SIDOARJO - Seorang narapidana berinisial JM baru saja melahirkan anak pertamanya di Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya di Porong. Perempuan 25 tahun itu melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki.
Awalnya, JM ini merasakan perutnya mulas. Rupanya bayi yang dikandungnya itu sudah tak sabar hadir di dunia. Sembari meringis kesakitan, JM tampak berjalan pelan dibopong dua petugas menuju mobil ambulan pemasyarakatan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Rutan Perempuan Surabaya Amiek Diyah Ambarwati mengatakan, seorang narapidana berinisial JM melahirkan anak pertamanya pada Senin (30/9) sore.
Semula, narapidana tersebut mulai merasakan mulas sejak pukul 01.30. Merespon hal itu, narapidana itupun kemudian diperiksa dan dilakukan observasi oleh bidan rutan.
Narapidana JM kemudian dirujuk ke Puskesmas Porong pada pukul 10.15, dengan menggunakan mobil ambulan pemasyarakatan.
JM didampingi oleh satu orang bidan dan satu orang anggota regu pengamanan. Petugas tampak membawakan perlengkapan persalinan.
Sembari meremas pinggangnya, JM pun berhasil masuk ke mobil tersebut. "Aduh, bu, perut saya mulas," kata JM yang kemudian dibawa ke Puskesmas Porong menggunakan mobil ambulan tersebut.
Maklum, perut JM yang terlihat buncit itu kian hari terasa semakin berat. Sebab masa persalinannya memang sudah dekat. Perempuan 25 tahun itu akhirnya melahirkan bayi laki-laki.
Anak pertama JM tersebut berbobot 2,8 kilogram dengan panjang 48 sentimeter. Lahir tepat pukul 17.50. Sebelumnya, pihak rutan selalu memperhatikan kesehatan JM dan kandungannya.
"Narapidana JM akan merawat anaknya di rutan. Keputusan tersebut diambil setelah melalui diskusi keluarga dengan kami," ujar Amiek.
Dijelaskannya, tentu ini demi kepentingan terbaik dan perlindungan bagi anak. Apalagi ini adalah anak pertama dan masih membutuhkan ASI eksklusif.
Dengan demikian, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan sarana dan prasarana yang layak untuk menunjang tumbuh kembang anak.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan sesuai prosedur kepada narapidana perempuan yang hamil maupun menyusui atau merawat anaknya di dalam rutan," pungkas Amiek. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista