SIDOARJO - Desa Semampir, Kecamatan Sedati menggelar tradisi Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi tersebut merupakan ungkapan terima kasih atas segala berkah dan kemakmuran yang telah diberikan.
Acara tidak hanya menunjukkan rasa syukur, tetapi juga menegaskan kebersamaan masyarakat. Selain itu, acara ini juga memperkuat kepedulian masyarakat dalam menjaga kesejahteraan dan melestarikan budaya lokal.
Rangkaian acara sedekah bumi dimulai pada Jumat, (13/9) dengan ziarah ke makam leluhur. Setelah itu, pada di malam harinya dilanjutkan dengan istighosah dan doa bersama untuk permohonan kesalamatan seluruh warga di balai desa.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan ruwat desa di punden desa atau makam sesepuh Mbah Siti Asmah pada Sabtu, (14/9). Acara dimulai dengan kenduri dan doa bersama yang melibatkan seluruh warga desa.
Di malam harinya, acara ditutup dengan hiburan campursari dengan bintang tamu Lintang Kairo dari Kediri, dan pertunjukan wayang kulit oleh Ki Anom Sudarmaji dari Mojokerto, dengan menampilkan lakon Semar Ambangun Deso.
Kepala Desa Semampir, Luqman Mualim SH, mengatakan, tatangan hidup di era modern adalah bagaimana mempertahankan dan melestarikan tradisi Sedekah Bumi. Dalam konteks perubahan zaman, penting untuk tetap menghargai dan meneruskan tradisi yang telah ada sebagai bagian dari identitas budaya.
"Kami harus memastikan, nilai-nilai budaya yang telah diwariskan tetap relevan ditengah perkembangan zaman," ucapnya.
Oleh karenanya, Luqman mengapresiasi atas kerja keras masyarakat dalam menyukseskan ruwat desa. Sebab mereka dengan kesadaran penuh, turut melestarikan tradisi desa yang ada.
"Harapan dari acara ini dapat menjadi ajang silaturahmi yang efektif, memperkuat hubungan antarwarga, serta melestarikan bidaya dan tradisi yang diwariskan oleh para sesepuh Desa Semampir," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista