Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Lestarikan Tradisi, Desa Semampir, Sedati, Sidoarjo Menggelar Sedekah Bumi sebagai Rasa Syukur

M Saiful Rohman • Minggu, 15 September 2024 | 18:42 WIB
SIMBOLIS: Kepala Desa Semampir, Luqman Mualim SH menyerahkan gunungan wayang kepada Ki Anom Sudarmaji. (INDRA/RADAR SIDOARJO)
SIMBOLIS: Kepala Desa Semampir, Luqman Mualim SH menyerahkan gunungan wayang kepada Ki Anom Sudarmaji. (INDRA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Desa Semampir, Kecamatan Sedati menggelar tradisi Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi tersebut merupakan ungkapan terima kasih atas segala berkah dan kemakmuran yang telah diberikan.

Acara tidak hanya menunjukkan rasa syukur, tetapi juga menegaskan kebersamaan masyarakat. Selain itu, acara ini juga memperkuat kepedulian masyarakat dalam menjaga kesejahteraan dan melestarikan budaya lokal.

Rangkaian acara sedekah bumi dimulai pada Jumat, (13/9) dengan ziarah ke makam leluhur. Setelah itu, pada di malam harinya dilanjutkan dengan istighosah dan doa bersama untuk permohonan kesalamatan seluruh warga di balai desa.

HIBURAN: Campursari mampu menghibur masyarakat Desa Semampir di akhir pekan. (INDRA/RADAR SIDOARJO)
HIBURAN: Campursari mampu menghibur masyarakat Desa Semampir di akhir pekan. (INDRA/RADAR SIDOARJO)

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan ruwat desa di punden desa atau makam sesepuh Mbah Siti Asmah pada Sabtu, (14/9). Acara dimulai dengan kenduri dan doa bersama yang melibatkan seluruh warga desa.

Di malam harinya, acara ditutup dengan hiburan campursari dengan bintang tamu Lintang Kairo dari Kediri, dan pertunjukan wayang kulit oleh Ki Anom Sudarmaji dari Mojokerto, dengan menampilkan lakon Semar Ambangun Deso.

BUDAYA: Wayang Kulit sebagai penutupan rangkaian acara ruwat desa dan sedekah bumi di Desa Semampir Kecamatan Sedati. (INDRA/RADAR SIDOARJO)
BUDAYA: Wayang Kulit sebagai penutupan rangkaian acara ruwat desa dan sedekah bumi di Desa Semampir Kecamatan Sedati. (INDRA/RADAR SIDOARJO)

Kepala Desa Semampir, Luqman Mualim SH, mengatakan, tatangan hidup di era modern adalah bagaimana mempertahankan dan melestarikan tradisi Sedekah Bumi. Dalam konteks perubahan zaman, penting untuk tetap menghargai dan meneruskan tradisi yang telah ada sebagai bagian dari identitas budaya.

"Kami harus memastikan, nilai-nilai budaya yang telah diwariskan tetap relevan ditengah perkembangan zaman," ucapnya.

Oleh karenanya, Luqman mengapresiasi atas kerja keras masyarakat dalam menyukseskan ruwat desa. Sebab mereka dengan kesadaran penuh, turut melestarikan tradisi desa yang ada.

"Harapan dari acara ini dapat menjadi ajang silaturahmi yang efektif, memperkuat hubungan antarwarga, serta melestarikan bidaya dan tradisi yang diwariskan oleh para sesepuh Desa Semampir," pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#bumi #Sedati #wayang #Semampir #sedekah