Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Debit Air Sungai Pelayaran Turun, PDAM Sidoarjo Lakukan Penelusuran dari Hulu hingga Hilir

M Saiful Rohman • Rabu, 11 September 2024 | 00:45 WIB

 

KERJA KERAS : Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo Dwi Hary Soeryadi (dua dari kanan) mengecek lokasi sumber air baku di Tawangsari.   
KERJA KERAS : Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo Dwi Hary Soeryadi (dua dari kanan) mengecek lokasi sumber air baku di Tawangsari.  

SIDOARJO - Sidoarjo sedang dilanda kekeringan. Sehingga menyebabkan debit air Kali Pelayaran yang menjadi salah satu sumber air bersih mengalami penurunan.

Hal tersebut terjadi karena turunnya air Sungai Brantas. Yang disebabkan kemarau panjang dan dampak dari fenomena elnino.

Kondisi tersebut, tentu menjadi perhatian serius bagi Perumda Delta Tirta Sidoarjo. Mereka bertanggung jawab atas penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Menyikapi situasi itu, Perumda Delta Tirta Sidoarjo tidak tinggal diam. Tim dari perusahaan yang dipimpin Direktur Utama, Dwi Hary Soeryadi langsung melakukan penelusuran dari hulu hingga hilir Sungai Pelayaran, Minggu, (8/9) kemarin, tepatnya di Desa Bakalan Kecamatan Balongbendo.

Di sana, terlihat debit air cukup tinggi. Namun ketika sampai di Desa Tawangsari Kecamatan Taman debit air mengecil. Bahkan sungai tampak kering.

Hasil penelusuran itu cukup mengkhawatirkan. Tim menemukan banyak sekali sampah yang menyumbat aliran air.

Trashrack di perbatasan Tawangsari dan Krembangan yang seharusnya berfungsi sebagai penahan sampah justru menjadi tempat berkumpulnya sampah karena tidak dibersihkan secara rutin. Selain sampah, endapan lumpur yang tebal juga menjadi penghalang bagi aliran air. Kondisi itu diperparah dengan kerusakan pada dinding plengsengan kali yang menyebabkan kebocoran air.

Ditambah lagi, di PL4 dan PL5 terdapat endapan sedimen lumpur yang sangat parah. Hal itu membuat situasi cukup sulit. Sebab walaupun ditambah aliran, air malah akan meluap dan berdampak pada warga sekitar.

"Situasi ini sangat memprihatinkan, banyak faktor yang menyebabkan penurunan debit air Kali Pelayaran, untuk itu, kami perlu mengambil tindakan segera," ucap Direktur Utama Perumda Delta Tirta, Sidoarjo Dwi Hary Soeryadi.

Sebagai langkah awal, Perumda Delta Tirta Sidoarjo menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak pada Senin, (9/9) kemarin di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tawangsari.

"Rapat tersebut, dihadiri oleh Dinas PU SDA Jatim, Dinas PU BMSDA Sidoarjo, BBWS Brantas, PJT 1, HTB, dan TTS," ungkapnya.

Pihaknya membahas langkah-langkah konkret untuk mengatasi permasalahan itu. Hasilnya, ada beberapa hal yang akan dilakukan untuk meningkatkan debit air ke pelanggan.

"Dinas PU SDA Jawa Timur akan melakukan pembersihan sampah pada 18 September, selain itu, dilakukan penanganan darurat untuk perbaikan bangunan plengsengan di PL3 dan PL4," katanya.

"BBWS dan Dinas PUBMSDA Sidoarjo juga akan melaksanakan normalisasi dan pemeliharaan saluran pelayanan pada 2025 guna menjaga aliran air tetap lancar," imbuhnya.

PJT 1 berencana meningkatkan elevasi air dari yang semula 17,4 mdpl ditambah sebanyak 10 mdpl untuk meningkatkan debit air yang masuk ke Sungai Pelayaran. Selain itu, PJT 1  juga telah memulai pembersihan eceng gondok dan sampah di hulu trash boom sejak 1 September. Hal itu sebagai upaya memperlancar aliran air ke intake IPA Tawangsari.

"Kami berharap dengan adanya koordinasi yang baik dengan semua pihak, kami dapat segera menemukan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan itu, tujuan utama kami adalah untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo," jelasnya.

Tidak hanya itu, kepedulian masyarakat juga sangat penting dalam menjaga kebersihan saluran Pelayaran. Yakni dengan tidak membuang sampah apapun ke sungai.

Penurunan debit air Kali Pelayaran merupakan masalah yang kompleks dan membutuhkan penanganan yang serius dari semua pihak.

Selain pemerintah dan perusahaan daerah, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar, kita turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian sumber daya air.

 

"Saat ini secara bertahap, beberapa wilayah yang terdampak sudah mulai teraliri air kembali, seperti di Rewwin, Pepelegi, Banjarkemuning dan beberapa wilayah di Kecamatan Taman dan Waru," pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#debit #Sungai #hulu #Hilir #delta tirta #PDAM #air