SIDOARJO - Musim kemarau menimbulkan tantangan besar bagi Sidoarjo, terutama dalam penyediaan air bersih. Debit air Kali Pelayaran yang merupakan sumber utama bagi Perumda Delta Tirta (PDAM Sidoarjo), mengalami penurunan drastis yang memengaruhi ketersediaan air.
Plt Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, penurunan debit air tersebut mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Meski berbagai upaya telah dilakukan, masih banyak warga yang belum mendapatkan akses yang memadai.
“Kami sudah berupaya terkait menjaga air bersih dengan melakukan double warning setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan PDAM Sidoarjo, namun, terkadang masih banyak warga yang belum dapat mengkonsumsi air bersih,” ucapnya pada Radar Sidoarjo.
Dia mengaku telah memberikan intruksi khusus kepada Direktur PDAM Sidoarjo untuk memperbaiki jaringan distribusi hingga ke pelosok desa.
“Kemarin sudah kami intruksikan untuk memudahkan jaringan-jaringan hingga ke pelosok,” ungkapnya.
Subandi menekankan, pentingnya inovasi dalam memanfaatkan berbagai program gratis dari pemerintah. Semua itu digunakan untuk masyarakat.
"Banyak program dari pusat itu gratis dan harus ada inovasi untuk memanfaatkannya,” ujarnya.
Sebagai pimpinan daerah, pihaknya menekankan perlunya adanya perbaikan dan inovasi dari PDAM Sidoarjo. Dia tidak mau, warganya komplain hanya karena air bersih tidak terpenuhi.
“Kami sebagai pimpinan daerah, dikomplain warga jangan sampai PDAM Sidoarjo tidak ada inovasi,” tegasnya.
Pada 18 September nanti, pihaknya akan memimpin apel untuk menilai kekurangan yang ada di PDAM Sidoarjo.
Selain itu, baginya, akses air bersih juga terkait dengan pengentasan stunting. Oleh karenanya, ia berkomitmen untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh warga Kabupaten Sidoarjo.
"Air juga bagian dari pengentasan stunting, kalau airnya bagus, stuntingnya juga akan berkurang,” katanya.
"Komitmen kami adalah untuk menjaga air bersih bagi warga Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista