SIDOARJO - Kebakaran hebat yang melanda Pasar Krian pada Selasa (20/8) diduga berawal dari toko yang berjualan tinner. Awal mula munculnya api berawal dari kios yang berada di belakang pasar, tepatnya di sebelah selatan.
Informasi yang dihimpun menyebut, toko tersebut dalam kondisi tutup dan terkunci rapat. Sehingga, petugas mengalami kesulitan untuk memadamkan titik awal api. Toko tersebut terletak tepat di bawah tangga pasar.
Hal itu diungkapkan Korlap Tim Keamanan Pasar Krian, Supriyadi. Dia mengatakan, awal mula munculnya api berasal dari kios bagian belakang pasar yang terletak di bawah tangga.
"Di dalam kios itu ada tinner. Dari tim keamanan juga kesusahan untuk membuka kios karena keadaan terkunci," ujarnya.
Sebetulnya, api sudah sempat padam. Namun, karena petugas PMK kehabisan air, membuat api kembali muncul dan merambat dengan cepat ke kios-kios di sampingnya.
Selain itu, faktornya karena material yang terbakar merupakan bahan yang mudah terbakar. Untuk jumlah kios yang terbakar sebanyak 450 kios. Sedangkan, total kios yang berada di Pasar Krian sejumlah 853 kios.
Dia meyakini, titik awal mula munculnya api diduga berawal dari kios penjual tinner. Karena setiap satu jam sekali, tim keamanan melakukan kontrol di pasar dan dia mendapati kios tersebut terbakar sekitar pukul 04.00.
"Setiap satu jam kita kontrol, pukul 03.30 belum ada kejadian. Kejadiannya pukul 04.00, kita sudah berusaha membuka gembok kios tapi api semakin membesar, kita juga berusaha memadamkan menggunakan APAR," tegasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista