SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) melaunching aplikasi Sistem Informasi Tata Ruang Sidoarjo atau Si Tarjo di Hotel Aston, Kamis, 18 Juli 2024.
Aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan calon pengusaha dalam melihat bidang tanah untuk usaha.
Kepala Dinas Perkim CTKR Sidoarjo Bachruni Aryawan mengatakan, Si Tarjo sangat penting bagi calon pengusaha untuk mengetahui tata ruang di Kota Delta.
Sehingga calon pengusaha tak perlu bersusah payah datang ke kantor hanya untuk melihat tata ruang.
"Dengan adanya lompatan pada 2024 kami mengalami perkembangan, nantinya masyarakat tinggal membuka website dan langsung bisa mengetahui dengan memasang titik koordinatnya," ucapnya saat ditemui selepas kegiatan.
Masyarakat akan tahu lokasi mana saja yang dikhususkan. Baik untuk pemukiman pedagang, jasa dan persawahan.
Bachruni mendorong, para pengembang agar tidak tergesa-gesa dalam membeli tanah. Dia ingin mereka terlebih dahulu melihat tata ruang yang seharusnya dipergunakan.
"Sehingga, dengan adanya tata ruang ini, mereka bisa sesuai dengan kebutuhannya, misalnya kalau mau ke Industri ya harus ke zona industri," jelasnya.
Menurut Bachruni, hal tersebut berbeda dari sebelumnya rata-rata lebih dahulu membeli tanah dari pada melihat tata ruang yang semestinya.
Sehingga tidak sedikit yang merasa rugi karena tanah yang dibeli tidak mendapatkan izin sebab ketidaksesuaian tata ruang.
"Dahulu ada yang beli tanah untuk usaha ternyata lahan persawahan, itu tidak boleh, hal itu yang tidak kami inginkan ke depan," tuturnya.
Para pengusaha yang akan mendirikan tak perlu bersusah payah berkoordinasi dengan Perkim CTKR. Mereka hanya perlu membuka website dan melihat zona usaha mana yang diizinkan didirikan bangunan.
"Artinya tidak sembarangan, semua harus terarah sesuai dengan aturan tata ruang," pungkasnya. (sai/nis)
Editor : Annisa Firdausi