SIDOARJO - Plengsengan sepanjang 63 meter di sekitar DAM Kedungploso, Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik ambrol. Hal itu akibat derasnya arus sungai. Meskipun saat ini dalam kondisi surut.
Kejadian ini sontak mengundang perhatian dan langsung ditinjau oleh Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA (DPU BMSDA) Sidoarjo, Asisten 2, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo. Mereka turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi plengsengan yang ambrol dan berdialog dengan warga sekitar.
Menurut Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono, ambrolnya plengsengan ini disebabkan oleh debit air sungai yang terlalu tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Debit air yang tinggi ini menggerus fondasi plengsengan hingga akhirnya ambrol.
"Ambrolnya plengsengan ini disebabkan oleh debit air sungai yang tinggi, sehingga menggerus pondasi plengsengan," jelasnya.
Ambrolnya plengsengan ini tentu saja membahayakan warga sekitar, terutama bagi para petani yang memanfaatkan lahan di sekitar DAM Kedungploso. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan secepatnya untuk mengamankan area tersebut.
Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, pihaknya mendorong PUBMSDA bergerak cepat untuk menangani masalah ini. Mereka telah menyiapkan material yang dibutuhkan untuk perbaikan plengsengan dan proses perbaikan akan segera dimulai.
"Setelah hasil review dari Inspektorat selesai, akan segera diperbaiki plengsengan ini sepanjang 83 meter dengan material yang sudah tersedia," ujarnya.
Diperkirakan, proses perbaikan plengsengan ini akan memakan waktu selama beberapa minggu. Selama proses perbaikan berlangsung, warga diimbau untuk berhati-hati dan menghindari area sekitar plengsengan yang ambrol.
Diharapkan dengan perbaikan ini, plengsengan DAM Kedungploso dapat kembali kokoh dan aman, serta dapat mencegah terjadinya banjir di kawasan tersebut. Selain itu, kejadian ini menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. (nis)
Editor : Annisa Firdausi