Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Oknum Pengurus Ponpes Al Mahdiy di Buduran Sidoarjo Diduga Berbuat Asusila, Warga Protes Minta Ponpes Ditutup

Diky Putra Sansiri • Jumat, 21 Juni 2024 | 20:35 WIB

 

 

TIDAK TERIMA: Warga RT 20/RW 05 pasang puluhan spanduk di depan Ponpes Al Mahdiy. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
TIDAK TERIMA: Warga RT 20/RW 05 pasang puluhan spanduk di depan Ponpes Al Mahdiy. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran pasang puluhan spanduk di RT 20/RW 05 Jalan H Ali Mas'Ud, Dusun Ngemplak, sejak Kamis (20/6). Isinya menuntut Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mahdiy untuk segera ditutup selamanya.

Warga menilai kegiatan di ponpes itu sudah mengganggu kenyamanan dan meresahkan masyarakat. Bahkan diduga pengurus ponpes telah melakukan tindakan asusila kepada santriwatinya.

Berdasar pantauan Radar Sidoarjo di lokasi, Jumat (21/6) beragam spanduk aspirasi warga terpampang di depan ponpes. Tulisannya, “tutup secepatnya Ponpes Al Mahdiy karena sudah sangat meresahkan warga, tidak ada kata damai untuk tindak asusila”, “usut tuntas dugaan tindak asusila pengurus Ponpes Al Mahdiy”.

Ketua RT 20/RW 05 Budi Setiawan mengatakan, pemasangan spanduk sebagai bentuk protes warga agar Ponpes Al Mahdiy untuk segera ditutup karena sudah sangat meresahkan.

Menurutnya, pihak ponpes terkesan tertutup dan tidak pernah komunikasi interaktif dengan masyarakat.

"Kami mengadukan terkait pengeras suara yang terlalu over dan tidak melihat waktu, karena sudah mengganggu masyarakat setempat. Speaker dinyalakan mulai pukul 03.00 hingga 08.00 setiap harinya,” ujarnya.

“Selain itu ada protes terkait bangunan, irigasi dan tindakan dugaan asusila," imbuhnya.

Karena banyaknya masalah tersebut membuat warga semakin geram.

"Posisi sempadan dengan sungai, pihak desa sudah pernah melakukan pertemuan tapi tidak ada tanggapan," imbuhnya.

Masih kata Budi, pengelola ponpes tidak pernah melakukan koordinasi dengan warga atau perangkat desa setempat ketika mengadakan kegiatan. Seperti menutup jalan hingga memakai halaman warga setempat untuk lahan parkir.

Lebih geregetan lagi, diduga pengurus Ponpes Al Mahdiy melakukan perbuatan asusila kepada santriwatinya. Kasus tersebut sudah dilaporkan oleh pihak korban ke Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo.

 

"Keluarga korban mengatakan, memang benar ada tindak asusila dan pelaporan sudah masuk ke Polresta Sidoarjo. Mengenai tindakannya saya kurang paham," jelasnya.

Menurutnya, korban berdomisili di Desa Pagerwojo dan sedang duduk di bangku SMP. Bukan hanya satu korban, informasi dari warga ada sekitar tiga korban yang menjadi korban tindak asusila.

"Ada korban yang lari keluar ponpes, lalu ditolong warga, tapi saya tidak tahu. Sama warga itu langsung diantar pulang ke rumahnya," ungkapnya.

"Saya menampung aspirasi warga, warga meminta ponpes segera ditutup dan tidak ada toleransi," tegasnya.

Jika dalam 2x24 jam ponpes tersebut tidak ada tindak lanjut dari pihak terkait, warga dengan tegas akan melakukan aksi unjuk rasa di depan ponpes selama tujuh hari beruturut-turut.

Menanggapi aksi warga, Pimpinan Ponpes Al Mahdiy, Hidayatullah Fuad Basyaiban mengaku, pihaknya tidak mengetahui terkait apa yang mendasari aksi warga tersebut.

"Saya tidak tahu apa yang bisa saya jelaskan, saya tidak mengerti maksud kegiatan tadi (pemasangan spanduk, red)," ujarnya.

Mengenai aktivitas ponpes yang dinilai masyarakat telah meresahkan dan mengganggu kenyamanan, pihaknya juga tidak mengetahui. "Tidak paham saya," ungkapnya.

Selanjutnya, mengenai tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh pengurus Ponpes Al Mahdiy, pihaknya juga tidak mengetahui. "Itu juga tidak tahu saya, apa yang dimaksud tidak tahu," imbuhnya.

Dia menegaskan, pihaknya akan mempelajari latar belakang atas aksi tersebut. "Tentu nanti akan kami pelajari siapa dalangnya. Terus kenapa ada tulisan gini, sebetulnya saya tidak tahu, saya tidak paham apa yang dimaksud mereka," tandasnya.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Agus Sobarnapraja mengungkapkan, pihaknya sudah menerima pelaporan dari korban terkait kasus asusila yang melibatkan pengurus Ponpes Al Mahdiy.

"Sudah dilaporkan ke kami, masih berprsoses. Sudah naik ke penyidikan, tinggal tunggu proses," tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#warga #asusila #Ponpes #pengurus #Buduran #protes