SIDOARJO - Kabar duka datang dari rombongan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Sidoarjo. Ada dua orang CJH dinyatakan meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah saat menunaikan rangkaian ibadah Haji tahun 2024.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Sidoarjo Khoidar membenarkan kabar duka tersebut. Dia menjelaskan, kedua CJH berasal dari Kloter SUB 86 atas nama Chusniyah, warga Desa Menyanggong Kletek, Kecamatan Taman dan Kloter SUB 77 atas nama Sujanah, warga Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono.
“Iya benar ada dua Calon Jamaah Haji kuta yang meninggal saat berada di Makkah, pada Kamis, 6 Juni dan Sabtu, 8 Juni kemarin,” ucapnya saat ditemui di Pendopo Delta Wibawa, Minggu, 9 Juni 2024 malam.
Dia menjelaskan, jamaah haji asal Sukodono, Sujanah meninggal karena serangan jantung. Sedangkan untuk Chusniyah ada dugaan karena kesehatannya yang kurang maskimal, terlebih usainya yang sudah menginjak 85 tahun.
Melihat hal tersebut, Khoidar meminta agar para jamaah haji tak perlu menyembunyikan riwayat sakit. Sebab kesehatan merupakan hal yang diutamakan dalam pelaksanaan haji.
“Kami mengimbau kepada seluruh Calon Jemaah Haji (CJH) yang nantinya akan berangkat ke Tanah Suci agar tidak mensiasati surat keterangan kesehatan dengan menyembunyikan riwayat penyakitnya,” ujarnya.
Kedua jenazah sudah dimakamkan di Tanah Suci Makkah. Karena jamaah haji yang meninggal di sana tidak bisa dibawa pulang kembali ke Indonesia.
“Untuk rangkaian ibadah hajinya akan dibadalkan oleh tim dari Kementerian Agama,” jelasnya.
Badal Haji ini merupakan salah satu cara untuk melanjutkan rangkaian Ibadah Haji yang belum sempat dilakukan oleh CJH yang meninggal. Sehingga Ibadah Haji mereka yang meninggal menjadi sempurna. (sai/nis)
Editor : Annisa Firdausi