Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

KKIN IX Regional Barat 3, BPVP Berharap Ada Juara dari Sidoarjo di Final Sorong

Annisa Firdausi • Rabu, 5 Juni 2024 | 23:02 WIB
FOKUS: Penilaian kompetensi peserta otomotif kendaraan ringan dalam KKIN di BPVP Sidoarjo. (ANNISA FIRDAUSI/RADAR SIDOARJO)
FOKUS: Penilaian kompetensi peserta otomotif kendaraan ringan dalam KKIN di BPVP Sidoarjo. (ANNISA FIRDAUSI/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) IX Regional Wilayah Barat 3 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo memasuki hari kedua. Heru Wijayanto dari BBPVP Bandung hadir sebagai juri untuk menilai kompetensi para peserta dalam bidang Otomotif Kendaraan Ringan.

Pada Rabu, 5 Juni 2024, para peserta otomotif diuji kemampuannya dalam melakukan pengukuran mesin dan sistem pengereman. Tes ini terdiri dari dua bagian. Yaitu pengukuran dan analisis.

Dalam pengukuran, peserta harus menunjukkan kemampuannya dalam membaca alat ukur, membaca buku manual, mengukur komponen, dan menentukan kondisi komponen.

Setelah alat diukur, peserta kemudian harus membandingkannya dengan informasi dalam buku manual untuk menentukan apakah komponen masih bisa dipakai atau tidak, dan apakah bisa diperbaiki atau tidak.

Menurut dia, beberapa peserta masih belum memahami dengan benar cara membaca alat ukur dan menggunakannya. "Ada juga yang sudah paham tentang penggunaan alat ukur, namun prosedurnya masih belum dikuasai," ujarnya.

Salah satu peserta, Machrus Afif dari Sidoarjo, mengaku baru pertama kali mengikuti kompetisi ini. Dia mengikuti tes micro teaching dan metodologi hari ini, setelah sebelumnya pada Selasa, 4 Juni 2024, menyusun perangkat pembelajaran.

"Saya harus membuat perangkat pembelajaran dari awal hingga sesi pembelajaran dalam waktu 3 jam," ujar Machrus.

Peserta lain, Anas dari Parepare, Sulawesi Selatan, mewakili UPTD BLK Parepare. Dia sudah 3 kali mengikuti KKIN, dan menurutnya tahun ini lebih menantang karena peserta harus membuat semua perangkat pembelajaran langsung di tempat.

"Dulu kami membuat perangkat di rumah dan langsung presentasi," kata Anas.

Anas pernah mengikuti KKIN 2022 di Kendari, dan sebelumnya meraih juara 2 regional di Makassar pada 2019.

Tujuannya mengikuti kompetisi ini adalah untuk pengembangan diri dan mengukur kemampuannya dalam mengajar materi baru yang dipelajarinya.

KKIN IX diharapkan dapat meningkatkan kualitas instruktur di Indonesia, sehingga mereka dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bekerja di industri.

Kepala BPVP Sidoarjo Aiza Akbar mengatakan bahwa KKIN IX ini merupakan event pertama bagi balai baru seperti BBPVP Sidoarjo. Dia mengapresiasi kelancaran pelaksanaan KKIN di Sidoarjo yang tidak mengalami kendala berarti.

"Alhamdulillah, KKIN di Sidoarjo berjalan dengan lancar dan terfasilitasi dengan baik," ujarnya.

Dia juga senang karena KKIN ini tidak hanya diikuti oleh instruktur dari pemerintah, tetapi juga dari komunitas, industri, dan swasta. "Tujuannya agar masyarakat lebih terlibat dalam pelatihan vokasi," imbuhnya.

Akbar berharap KKIN ini dapat menjadi trigger bagi BPVP Sidoarjo untuk berkembang lebih baik dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Dia juga berencana untuk merangkul dan membina lembaga pelatihan kerja non pemerintah di wilayahnya.

"Harapan saya, peserta dari Sidoarjo lolos regional dan bisa bersaing di final di Sorong," ujarnya.

Dia yakin bahwa KKIN ini akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia. (nis)

Editor : Annisa Firdausi
#balai pelatihan #Kompetensi #Kompetisi #instruktur #KKIN ke IX #BPVP