SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo berkomitmen memberikan perhatian terhadap kesejahteraan buruh pabrik rokok. Karena itu Pemkab melaunching penyaluran BLT dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT).
Plt Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, pemberian BLT pada buruh pabrik rokok tersebut ditujukan untuk melaksanakan program pembinaan langsung sosial yang menuntun pada bidang kesejahteraan masyarakat.
Dia menjelaskan, selain ditujukan untuk kesejahteraan buruh pabrik, BLT yang diberikan merupakan langkah yang tepat bagi perputaran ekonomi kabupaten. Sebab bila kesejahteraan masyarakat meningkat maka daya belinya juga turut ikut naik.
"Dengan bantuan ini maka akan meningkatkan kesejahteraan buruh pabrik rokok, sehingga perputaran roda ekonomi di Kabupaten Sidoarjo akan terus membaik," ucapnya, Kamis (30/5).
Subandi menerangkan, BLT yang diberikan Bea Cukai memberikan makna akan keseteraan bagi warganya yang bekerja di pabrik rokok. Baginya semua harus merasakan akan kesejahteraan dari pekerjaan yang dilakukan di pabrik rokok.
"Mudah-mudahan dengan bantuan ini mampu dirasakan oleh mereka, terutama pegawai dan tenaga pabrik rokok," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo, Ahmad Misbahul Munir menjelaskan, BLT yang disalurkan untuk membantu masyarakat tidak mampu serta terdampak adanya inflasi. Khususnya karyawan yang setiap hari bekerja di pabrik rokok.
"Bantuan kami berikan pada buruh pabrik rokok yang tinggal di wilayah Sidoarjo serta tercatat sebagai warga Sidoarjo," jelasnya.
Penerima BLT tersebut terdiri dari bagian produksi yang berjumlah 4.820 jiwa. Lalu bagian non produksi yang mencakup administrasi dan lain sebagainya berjumlah 191 jiwa.
"Total penerima bantuan BLT ini sejumlah 5.011 jiwa," ungkapnya.
Adapun jumlah nominal bantuan yang diterima buruh pabrik rokok, yakni sebesar Rp 195 ribu perbulan. Dan diberikan selama sembilan bulan secara berturut-turut.
"Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista