Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Berantas Buang Air Besar Sembarangan, Sidoarjo Jadi Kabupaten ODF

M Saiful Rohman • Kamis, 30 Mei 2024 | 22:35 WIB

 

KOMITMEN: Plt Bupati Sidoarjo Subandi serahkan sertifikat bebas ODF ke kepala desa. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
KOMITMEN: Plt Bupati Sidoarjo Subandi serahkan sertifikat bebas ODF ke kepala desa. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Untuk mencapai daerah yang sehat, Pemkab Sidoarjo membutuhkan terobosan dalam mewujudkan 100 persen Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan.

Komitmen yang kuat diperlukan dari berbagai pihak. Mulai dari Pemerintah Kabupaten, kecamatan, desa hingga masyarakat. Karena itu deklarasi Sidoarjo ODF diharapkan dapat menciptakan Kota Delta yang sehat dan berkualitas.

Plt Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, masyarakat harus sadar akan pentingnya tidak buang air besar sembarangan. Karena perilaku kurang baik tersebut dapat mempengaruhi kesehatan.

"BAB Sembarangan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, faktor tersebut menjadi salah satu indikator kesehatan, untuk itu kami mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dalam mewujudkan Sidoarjo yang sehat,” ucapnya, Kamis (30/5).

Dia menjelaskan, dalam mewujudkan hal tersebut sudah diawali sejak Selasa, 28 Mei. Dimana pada hari itu ditentukan titik sampling sebanyak enam kecamatan dan 12 desa.

Kemudian, pada hari berikutnya langsung dilakukan verifikasi oleh tim verifikator dari Provinsi Jawa Timur.

Subandi sangat bersyukur, Sidoarjo dapat mendeklarasikan sebagai Kabupaten ODF.

"Setelah Kabupaten Sidoarjo dikukuhkan sebagai Kabupaten ODF, kondisi sanitasi di Sidoarjo menjadi lebih baik, kualitas air bersih meningkat dan penyakit berbasis lingkungan dan stunting menurun," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Jawa Timur, Sulvy Dwi Anggraini mengapresiasi Pemkab Sidoarjo yang sudah berkomitmen dalam mewujudkan masyarakat sehat dan bermartabat. Melalui sanitasi total berbasis masyarakat.

Menurutnya, tantangan tersebut bukanlah hal yang mudah dihadapi oleh Pemkab Sidoarjo untuk mencapai status ODF. Sebab masyarakat pengguna jamban masih sangat rendah. Selain itu geografis yang sangat luas ditambah adanya bonus demografi dan aliran sungai yang tidak pernah kering.

"Tentunya itu menjadi kesulitan tersendiri, untuk mendorong perubahan perilaku dari seluruh masyarakat yang buang air besar di sembarang tempat ke jalan yang sehat," katanya.

Baginya Pemkab Sidoarjo turut mendorong komitmen Pemprov Jawa Timur, dalam mewujudkan masyarakat Jatim sehat dan cerdas. Meski begitu soal lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif.

"Kami menyatakan Kabupaten Sidoarjo layak menjadi Kabupaten atau Kota ODF yang ke 31 di Provinsi Jawa Timur," pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#odf #Buang Air Besar #pemkab #BAB #Kabupaten #Desa