SIDOARJO- Dalam upaya memerangi masalah stunting yang menghantui pertumbuhan balita, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah progresif. Mengumpulkan dokter anak dari rumah sakit dan ahli gizi dari 31 Puskesmas, mereka merencanakan pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi balita stunting di Kota Delta.
Menurut Kasi Kesehatan Keluarga Dinkes Kabupaten Sidoarjo M Shofa, data dari Sistem Kesehatan Indonesia (SKI) pada 2023 menunjukkan bahwa angka kasus stunting balita di Sidoarjo telah turun menjadi 8,4 persen dari sebelumnya 16,1 persen pada 2022.
"Saat ini, angka rata-rata kasus stunting di Regional Jawa Timur mencapai 17,7 persen," kata Shofa.
Meskipun target penurunan nasional adalah minimal 14 persen, angka rata-ratanya masih tinggi, yakni sebesar 21,5 persen.
Langkah-langkah konkret pun telah diambil. Para petugas kesehatan di Puskesmas diberi instruksi untuk memberikan prioritas kepada balita dari keluarga miskin dalam pemberian makanan tambahan. Hal ini disebabkan banyaknya balita stunting yang berasal dari keluarga yang tidak mampu membeli makanan bergizi.
Namun, tantangan masih besar. Meskipun anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp 27 miliar, masih belum mencukupi kebutuhan. "Maka dalam pemberian makanan tambahan ini harus selektif. Utamakan yang prioritas," ujar Shofa.
Selain faktor ekonomi, pola asuh juga menjadi penyebab stunting pada balita. "Orang tua sebenarnya mampu beli, cuma mereka salah dalam pola asuhan kepada balitanya," tambahnya.
Contohnya, pasangan suami istri yang sama-sama bekerja, meninggalkan pola asuh kepada asisten rumah tangga.
Namun, upaya pencegahan tidak hanya sebatas gizi. Pemkab Sidoarjo juga fokus pada peningkatan kondisi lingkungan yang bersih. Mereka berupaya mewujudkan lingkungan yang bebas dari buang air besar sembarangan (ODF), yang saat ini masih mencapai 71 persen.
Dalam upaya meningkatkan angka ODF, Dinas Kesehatan Sidoarjo berharap dapat memanfaatkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo.
Dengan demikian, diharapkan angka ODF dapat terus meningkat di Kabupaten Sidoarjo, serta membawa dampak positif dalam penurunan kasus stunting pada balita. (nis)
Editor : Annisa Firdausi