Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kasus TBC Tinggi, DPRD Sidoarjo Minta Dinkes dan Puskesmas Lakukan Identifikasi  

M Saiful Rohman • Senin, 29 April 2024 | 01:40 WIB
 Ilustrasi : Dok Jawa Pos Radar Magetan.
 Ilustrasi : Dok Jawa Pos Radar Magetan.

SIDOARJO - Dalam tiga bulan terakhir kasus TBC di Sidoarjo cukup tinggi. Tercatat pada periode Januari hingga Maret ada 1.170 penderita. 

Tingginya kasus TBC di Kota Delta mendapat sorotan dari Komisi D DPRD Sidoarjo. Apalagi pengalaman pada tahun 2023 lalu, terdapat 6.140 kasus.

Sekretaris Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso meminta agar dinas terkait untuk melakukan identifikasi dan pengobatan secara berkesinambungan. Minimal selama enam bulan.

“Orang yang positif TBC pengobatannya harus berkesinambungan, minimal selama 6 bulan, tidak boleh jeda meski sehari, makanya ini harus ditangani dengan serius," ucapnya.

Dia mendorong pada masyarakat supaya tidak malu untuk berobat. Bila saja penyakit TBC tidak segera ditangani dengan baik maka berpotensi menular ke orang lain.

Bangun juga berharap pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo untuk terus melakukan tracing. Dapat melalui puskesmas maupun bidan desa.

“Kalau misal ada penderita di satu desa tidak rutin berobat, maka harus didampingi dan diingatkan, kalau tidak rutin, harus mengulang lagi dari awal masa perawatan,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian pengobatan pasien TBC adalah salah satu indikator penilaian untuk mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat.

“Jadi ini harus diperhatikan betul supaya penanganan TBC di Sidoarjo ini dapat diatasi dengan baik,” pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#TBC #Komisi D #Dinas Kesehatan #DPRD