SIDOARJO - Belasan orang yang mengatasnamakan Aliansi Arek Sidoarjo menggeruduk rumah Via Vallen di Desa Kalitengah, Tanggulangin, Senin, 22 April 2024.
Belasan orang itu juga termasuk Bonek Tanggulangin dan driver ojek online (ojol) yang turut mendatangi rumah Via Vallen sebagai bentuk solidaritas.
Kedatangan mereka bukan untuk bertemu dengan Via Vallen, melainkan ingin bertemu dengan adik kandung Via Vallen yakni RF. Tujuannya untuk meminta pertanggung jawaban mengembalikan motor gadai yang diduga dijual RF.
Dalam pantauan Radar Sidoarjo di lokasi, rumah Via Vallen tertutup rapat dan lampu rumahnya tidak menyala, diperkirakan tidak ada orang yang berada di dalam. Hingga malam masih belum ada tanda-tanda dari pihak keluarga menemui massa.
Kejadian bermula saat seorang driver ojek online (ojol) bernama Rahmat Hidayat, 42, menggadaikan Honda Vario miliknya ke rekannya yakni Adit. Mereka tergabung dalam Aliansi Arek Sidoarjo.
"Honda Vario 2020 digadaikan kepada saya Rp 2 juta pada Selasa 13 Februari 2024. Lalu, saya minta izin ke Rahmad mau saya pindah gadai ke RF senilai Rp 3 juta karena saya butuh uang," kata Adit.
Menurut Adit, mereka menjalin perjanjian secara lisan yang sudah disepakati bersama bahwa masa gadai motor selama dua bulan dan Honda Vario telah dibawa RF untuk jaminan. Adit menggadaikan motor kepada RF pada Rabu 13 Maret 2024.
Meski begitu, belum genap dua bulan, dalam kurun waktu dua Minggu, motor tersebut akan ditebus oleh Adit. Namun, motor sudah tidak ada di rumah.
"HP nya tidak bisa dihubungi, tapi pas disamperin ke rumahnya ketemu orang tuanya. Tapi tidak ada tanggung jawab hingga saat ini," ungkap Adit di depan kediaman Via Vallen.
Kedatangan dirinya bersama dengan rekan-rekannya termasuk pemilik motor Rahmat Hidayat dalam bentuk meminta pertanggung jawaban kepada RF agar segera mengembalikan Honda Vario tersebut.
"Pernah ada pertanggung jawaban tapi katanya hanya dikasih Rp 3 juta tapi unit nya tidak ada. Tidak tahu kemana, kami tidak mau," imbuhnya.
Selain itu, kabar menyebutkan RF pernah meminta kepada Adit untuk menebus motornya senilai Rp 9 juta. Akan tetapi, saat ditanya keberadaan motor tersebut RF tidak mengaku. Diduga motor tersebut telah dijual RF.
"Nomor saya sekarang diblokir jadi tidak bisa dihubungi. Hingga sore sampai malam ini (Senin, red) masih belum ditemui oleh keluarga maupun RF sendiri," tandasnya.
Atas kejadian tersebut, Adit merasa bertanggung jawab dan mendatangi rumah Via Vallen untuk meminta pertanggung jawaban. Sedangkan, rekannya dari Bonek dan Aliansi Arek Sidoarjo turut mendampingi sebagai bentuk solidaritas.
Sementara, salah satu keluarga Via Vallen, Mella Rossa mengaku tidak mengetahui masalah tersebut dan baru mengetahuinya paska kasus itu mencuat di publik.
"Iya baru tahu saya masalahnya," tandasnya. (dik/nis)
Editor : Annisa Firdausi