SIDOARJO - Libur Lebaran telah usai. Operasi Ketupat Semeru 2024 di 11 titik pos pelayanan dan keamanan di Sidoarjo resmi ditutup, Rabu (17/4). Tercatat 19 kejadian laka lantas terjadi selama libur Hari Raya Idul Fitri.
Dari 19 kejadian laka lantas, satu orang meninggal dunia. Lima orang mengalami luka berat dan 18 orang mengalami luka ringan. Selain itu, rekayasa lalu lintas di perbatasan Sidoarjo terbukti dapat menanggulangi kemacetan.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing membeberkan, Operasi Ketupat Semeru 2024 dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan mudik Lebaran hingga arus balik berjalan dengan lancar.
"Semua tergolong aman, para personel yang bertugas menjalankan tugas sesuai porsinya masing-masing dengan baik," ujarnya.
Selain itu, rekayasa lalu lintas di perbatasan seperti Medaeng, Bundaran Waru, hingga Tol Sidoarjo berjalan dengan lancar dan dapat mengurangi kepadatan arus lalu lintas yang terjadi.
“Terima kasih atas kinerja petugas, baik dari kepolisian hingga OPD terkait yang membantu mengamankan jalannya libur Lebaran,” imbuhnya.
Kendati demikian, masih terjadi kecelakaan lalu lintas menyebabkan korban luka serius bahkan meninggal dunia. Tragisnya terdapat satu orang meninggal dunia akibat laka tunggal di Flyover Krian, lima orang luka berat hingga harus durujuk ke rumah sakit dan 18 orang mengalami luka ringan.
Menurut Christian, petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo juga turut bersiaga di pos pelayanan dan keamanan selama 24 jam.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Sidoarjo Danang Abdul Ghani mengatakan, pelayanan kesehatan menjadi yang paling utama di tiap pos. Ratusan pemudik sudah dilayani.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Muhdlor Berangkatkan 1.400 Peserta Mudik Gratis
"Penyakit yang sudah ditangani mulai dari hipertensi, pegal, dan flu," ungkapnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista